Isi Statuta Unsrat Diduga Diubah Tanpa Persetujuan Senat

Filed under: Berita Utama,Manado,Pendidikan |

Unsrat

Pangemanan: Menolak Statuta, Dianggap Melawan Keputusan Mendikbud

SWARAMANADONEWS–Statuta Unsrat Manado telah disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI yang dituangkan dalam Permendikbud Nomor 61 tahun 2011 tentang Statuta Unsrat. Namun keberadaan statuta tersebut, ditolak oleh sejumlah akadamisi dari kampus tersebut karena diduga sebagian besar isinya sudah diubah tanpa persetujuan Senat Unsrat.

“Kami menghormati keputusan Mendikbud RI Nomor 61 tahun 2011 tentang Statuta Unsrat, namun kami menyampaikan bahwa telah terjadi mal-administrasi dalam proses penyusunan dan prosedur penerbitan Permendikbud Nomor 61 tahun 2011 tersebut, sehingga perlu ditinjau kembali,” kata Dr Flora Kalalo SH MH, mewakili sejumlah akademisi Unsrat kepada wartawan, kemarin.

Kalalo menjelaskan, draft statuta yang disahkan melalui rapat senat Unsrat pada 30 Mei 2011 lalu, untuk diusulkan ke Mendikbud sebagai statute Unsrat ternyata telah diubah tanpa diketahui dan disetujui oleh senat Unsrat. Hal ini, lanjut Dosen Fakultas Hukum Unsrat, antara lain dibuktikan dengan tidak adanya konsiderans pada Permendikbud Nomor 61 tahun 2011 tentang Statuta Unsrat. “Jadi telah terjadi perubahan isi statuta yang mencapai hampir 70 persen tanpa melalui rapat senat. Bahkan sekitar 20 persen pasal-pasal dalam statuta yang pada awalnya telah mendapat persetujuan senat Unsrat telah di copot,” tegasnya.

Flora yang hingga kini masih dicekal pengurusan guru besarnya ini menyebutkan, perubahan usulan statuta tersebut sama dengan kita memesan ayam, namun yang diberikan malah bebek. “Sama-sama unggas. Tapi kita sodorkan permintaan ayam, yang keluar malah bebek,” sindirnya.
Flora menjelaskan, penting menjadi perhatian dalam Permendikbud RI Nomor 61 tahun 2011 tersebut, tidak menyebutkan tugas atau fungsi dan wewenang senat untuk memberikan pertimbangan terhadap pemilihan rektor, sehingga keputusan senat tidak diperlukan dalam pemilihan rektor. “Senat bukan badan normatif tertinggi di Universitas,” pungkasnya, sembari menambahkan, masih banyak pasal-pasal yang bertentangan dengan usulan atau hasil rapat senat.
Berdasarkan sejumlah hal tersebut, lanjut Flora, maka Permendikbud RI Nomor 61 tahun 2011 tentang Statuta Unsrat menjadi cacat materiil dan formal.

Sementara Rektor Unsrat Manado Prof Dr Donald Rumokoy SH MH, melalui Jubir Unsrat, Daniel Pangemanan SH MH, saat dikonfirmasi, kemarin mengatakan, seluruh jajaran Unsrat seharusnya menghormati keputusan Mendikbud tersebut. “Statuta ini diusulkan oleh Senat Unsrat, sudah ada keputusan Mendikbud. Kalau ada penolakan, itu merupakan bagian dari upaya melakukan perlawanan terhadap Mendikbud,” kata Pangemanan.

Pangemanan menjelaskan, sikap sejumlah dosen tersebut patut dipertanyakan, karena disahkan dan terbitnya statuta tersebut merupakan domain dari Kemendikbud. “Statuta ini domain dari Kemendikbud. Kami juga hargai sikap mereka, tapi ini putusan senat yang diusulkan ke Mendikbud. Dan juga hanya segelintir orang yang tidak suka dengan statuta ini,” tandas Pangemanan sembari membantah, jika terjadi perubahan sejumlah pasal draft statuta yang disetujui senat dengan yang diusulkan ke Mendikbud. (fie)

You must be logged in to post a comment Login