Status Lahan Hambat RTRW Sulut

Filed under: General News,Politik |

SWARA MANADONEWS—Kinerja Panitia Khusus (Pansus) bentuka DPRD Sulut untuk merampungkan draft Rancangan Peraturan daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulut, terus menuai ganjalan. Dimana, selain beda pendapat antara diinternal Pansus, proses perampungan Ranperda ini kembali diganjal masalah status lahan.

Terungkap dalam rapat Pansus baru-baru ini, status lahan khususya kawasan hutan menjadi momok utama yang bakal mengganjal terealisasinya Ranperda ini menjadi Perda. Pasalnya, dibebarapa wilayah Kabupaten/Kota, status lahan hutan banyak yang tidak jelas fungsinya.

Bahkan, beberapa wilayah lahan hutan sudah beralih fungsi, seperti perubahan dari lahan hutan menjadi pemukiman warga, selain itu yang relative dramatis yaitu perubahan status dari lahan konservasi menjadi lahan budidaya (pertambangan).

Terkait hal ini, Ketua Pansus Tonny Kaunang STh berketetapan untuk menelusuri secara mendetail termasuk mencarikan solusi yang tepat untuk bentuk penanganannya, agar tidak menghambat proses perampungan ranperda RTRW Provinsi.

“Memang ada dua fungsi lahan, yakni konservasi dan budidaya khususnya pertambangan. Dan yang menjadi ganjalan jika lahan konservasi telah berubah jadi pemukiman atau bididaya khususnya pertambangan. Khusus alih fungsi ke budidaya, salah satu solusinya yakni dengan tetap memberikan ijin untuk usaha pertambangan, tetapi status sebagai lahan konservasi itu tetap diberlakukan diwilayah tersebut. Artinya, kontrak karya silahkan berjalan, tapi itu setelah status lahan di konsevasi,” ulas Kaunang dalam rapat.

Pun begitu politisi Partai Golkar asal Kota Tomohon ini menyebutkan bahwa, penanganan soal status lahan memang harus dilakukan secara hati-hati.hal itu agar tidak menimbulkan hal-hal negative yang dapat menganggu kelancaran proses perampungan ranperda RTRW yang kini tengah berproses. (*)

Shortlink:

Posted by on 29/02/2012. Filed under General News, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login