Hadirkan Jawara Dunia, Tuwaidan Masyarakatkan Olahraga Panco

Filed under: Berita Utama,Minut,Pariwisata dan Budaya,Tomohon |

Kejuaraan Panco di Batu Nona

KEMA, SWARA MANADONEWS—Figur cerdas dan enerjik, Fransisca M Tuwaidan (FMT) tak hentinya berbuat terobosan dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat Sulut khususnya lagi yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Sukses dengan seabrek iven olahraga, seni dan budaya yang dimotori pengembang kawasan wisata Batu Nona Kema ini, kembali wanita yang juga politisi gedung Tumatenden (DPRD Minut, red) berhasil menggelar sekaligus memasyarakatkan olahraga Panco yang merupakan rangkaian kegiatan dalam iven Maximum Men’s Body Contest yang dimeriahkan para bintang tamu atlit tersohor Indonesia bahkan dunia.

Olahraga Panco yang semakin memasyarakat saat ditayangkan salah satu TV swasta di Indonesia beberapa tahun silam, oleh FMT kini semakin dibuat menjadi olahraga yang melekat di hati warga khususnya Minut. Tak ayal inovasi sang Putri Tumatenden mendatangkan banyak pujian terhadap dirinya.

“Ibu Fransisca paling memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Beliau selalu menampilkan iven yang mengena dihati masyarakat dan selalu memberikan kepedulian dengan pengembangan manusia Minahasa Utara untuk tetap berolahraga,” ungkap Riri Hong warga Kalawat yang menyaksikan langsung final kejuaraan Panco di Batu Nona.

Ivano Senduk ST , yang juga dedengkot dalam pelaksanaan Maximum Men’s Body Contest mengaku salut dengan peranan Fransisca M Tuwaidan. Bahkan Ivano berharap iven di tahun-tahun yang akan datang juga mendapat dukungan penuh dari FMT yang populernya disapa Eta.

“Kami salut dengan Ibu Eta. Dia mampu membawa angin segar dalam perkembangan olahraga di Minut. Dirinya selalu siap memberikan dukungan untuk memajukan olahraga di Minut,” ucap Ivano.

Sementara FMT menyampaikan, dirinya tak akan berhenti untuk mengangkat nama Minahasa Utara. Dan salah satu cara yakni melalui dunia olahraga.

“Pembangunan daerah  bukan hanya infrastruktur tetapi juga pembangunan tubuh dan jiwa manusia. Apa guna infrastruktur yang baik tapi manusianya tidak sehat atau tak mampu berkarya karena sakit atau mengalami persoalan dengan tubuh dan jiwanya. Oleh sebab itu pengembangan olahraga itu perlu salahsatunya dengan digelarnya kejuaraan Panco dan lomba kontes bodi atau binaraga,” papar Eta sembari berucap, terima kasih kepada semua kalangan yang sudah turut ambil bagian sehingga iven ini berjalan sukses.

Adapun hasil yang didapat saat kejuaraan Paco yaitu, untuk kelas dibawah 70 kg, juara satu Jerry (Minahasa Body Fit), peringkat dua, Ridel (Minahasa Body Fit), juara tiga, Rocky Mandagi (Maximum Gym Airmadidi). Untuk kelas diatas 70 kg, tampil sebagai juara pertama, Epong diikuti Bagong peringkat kedua  dan Loudy diperingkat ketiga. final kejuaraan Panco menjadi lebih meriah karena dipandu langsung juara 5 dunia Panco Las Vegas, juara Panco Asia yang juga dikenal sebagai sang ‘algojo’ Panco dalam acara Panco Indosiar, James Anes. (*)

You must be logged in to post a comment Login