Rektor Unsrat Dianggap Hina Lembaga Peradilan

Filed under: Berita Utama,Manado,Pendidikan |
Suasana rapat senat unsrat ricuh

Suasana rapat senat unsrat ricuh

MANADO—Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Prof Dr Donald A Rumokoy SH MH, dinilai telah menghina lembaga peradilan di Indonesia. Hal ini menyusul berulang kali, Rumokoy mengabaikan keputusan hukum, salah satunya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Salah satu bentuk penyepelehan terhadap lembaga peradilan, terbukti Rabu (26/6), dimana, Rektor Unsrat “memaksakan” pelaksanaan pemilihan calon Ketua Senat Unsrat Manado. Alhasil, rapat senat yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat Rabu (26/6) berlangsung ricuh. Hal ini akibat protes keras dari anggota Senat Unsrat yang lama, atas proses pemilihan Ketua Senat yang baru.

Diketahui, Rektor Unsrat Prof Dr Donald A Rumokoy SH MH telah mencabut kasasi di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar pada Juni 2013 atas gugatan sejumlah dosen Unsrat terhadap pelaksanaan pemilihan anggota Senat Unsrat serta Pemilihan Rektor (Pilrek) tahun 2012 lalu.

Atas pencabutan kasasi ini, Rumokoy secara tidak langsung mengakui kekalahan dan menegaskan bahwa Senat Unsrat yang dibentuk tahun 2012 ilegal, dan Senat Unsrat harus dikembalikan pada formasi awal seperti yang menjadi keputusan di PTUN Manado.

Namun, alih-alih mengikuti putusan PTUN Manado, Rumokoy malah kembali melakukan pemilihan Senat Unsrat, tanpa mengikuti proses yang seharusnya.

“Tanggal 24 Juni 2013, anggota senat yang lama diundang untuk rapat bersama. Namun, belum juga senat lama berbenah diri dan mempersiapkan pemilihan senat yang baru, Rektor malah sudah lebih dulu mengagendakan rapat pemilihan Ketua Senat pada 26 Juni 2013 dan satu minggu sebelum rapat senat lama, Rektor sudah melakukan pemilihan anggota senat dari setiap fakultas. Ini jelas-jelas Rektor telah melakukan kebohongan yuridis,” papar Ralfie Pinasang SH MH, satu dari dosen-dosen yang menentang kebijakan Rektor Unsrat.

Sementara itu dalam protes kemarin, Tonny Rompis SH MH menegaskan, bahwa Rektor Unsrat telah melakukan kesalahan yang sama dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsrat. “Rektor mengulang kesalahan yang sama dan ini merupakan penghinaan terhadap lembaga peradilan. Rektor tidak melaksanakan perintah Undang-Undang olehnya, Rumokoy tidak layak menjadi Rektor Unsrat, sehingga kami minta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI untuk secepatnya mencopot Rumokoy dari jabatan Rektor Unsrat,” tegas Rompis.

Menariknya, usai memprotes jalannya rapat senat, para dosen diantaranya Rudy Walukow SH MH, Hengky Kiroh, Prof Dr Venetia Danes PhD, Ralfie Pinasang SH MH, Prof Dr Ir Effendy P Sitanggang DEA, Tonny Rompis SH MH dan masih banyak lagi langsung meninggalkan ruangan rapat.

Pantauan wartawan, Rektor langsung mengerahkan petugas keamanan untuk mengeluarkan sejumlah wartawan yang hadir dan para dosen yang melakukan protes. Meski begitu, para dosen yang protes, langsung meninggalkan ruangan rapat dengan sendirinya.

Sementara Prof Dr Donald A Rumokoy SH MH saat dikonfirmasi wartawan usai rapat senat mengatakan, apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur dan sah. “Ini rapat senat legal dan tak perlu dipermasalahkan lagi. Kan kami sudah lakukan sesuai prosedur dan aturan yang diminta,” tandasnya.

Tenda Terpilih Aklamasi Ketua Senat

SEBANYAK 55 anggota Senat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang hadir dalam rapat pemilihan Ketua Senat Unsrat, Rabu (26/6), akhirnya secara aklamasi memilih Prof Dr R Ruddy Tenda DEA sebagai Ketua Senat Unsrat perode 2013-2017.

Sebelumnya, terpilih dua calon Ketua Senat, yaitu Prof Dr R Ruddy Tenda DEA dan Prof Ir KWA Masengi MSc PhD, namun Tenda berhasil meraih suara sebanyak 55 orang, yang kemudian langsung menunjuk Masengi sebagai Sekretaris Senat.

Keduanya, bersama dua anggota senat Unsrat masing-masing Prof Ir Bonny Sompie MS dan Drs Novi Piyoh MSi, langsung dilantik Rektor Unsrat Prof Dr Donald A Rumokoy SH MH.

“Anggota Senat Unsrat ada 66 orang, namun yang hadir hanya 55 orang. Anggota lain dilantik kemudian,” kata Rektor Unsrat Prof DR Donald A Rumokoy SH MH. (fie)

You must be logged in to post a comment Login