Lumi: Kekerasan Bukan Persoalan Remeh

Filed under: Pendidikan |

Guru Perlu Lakukan Pembinaan
SWARA MANADONEWS -Dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru yang buntutnya justru membuat Guru di rumah-sakitkan, membuat SD Katolik XVII Santu Tarsisius Manado di sorot. Kekerasan guru bukan persoalan remeh lagi, bahkan telah mendapat perhatian khusus semua pihak. Hal ini dikatakan Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Wanea, Dra Magdalena Lumi, Jumat (20/01) lalu.
“Kekerasan guru bukanlah persoalan remeh, dan hal ini harus diperhatikan semua pihak, dan UPT Wanea khususnya,” tegas Lumi.
Tidak hanya itu saja, Lumi juga membantah mengenai isu yang telah mencuat di telinga masyarakat tentang kekerasan yang dilakukan oknum guru kepada siswa di SD Katolik XVII St Tarsisius kemarin. Lumi mengatakan, dirinya segera menghubungi pihak sekolah yang bersangkutan usai mendengar desas-desus tersebut, dan setelah mengkonfirmasi terkait hal itu, diketahui bahwa isu tersebut tidaklah benar.
“Dari informasi kepala SD tersebut, dijelaskan bahwa terjatuhnya guru saat hendak mendisiplinkan siswa adalah kecelakaan, hal itu tidak seperti berita yang mencuat kemarin. Untuk itu saya sengaja menjelaskan hal ini agar masyarakat mengetahui kejadian yang sebenarnya. Sekali lagi, guru tidak bermaksud untuk menendang siswa, guru terpeleset saat hendak menghampiri siswa yang akan didisiplinkan karna melanggar disiplin,” terang Lumi.
Hal ini dibenarkan Kepala SD Katolik XVII St Tarsisius Manado B Th Kirimang, bahwa guru yang mengalami kecelakaan saat jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung kini sedang dalam pemulihan.
Kirimang menjelaskan, meskipun tidak seperti isu yang beredar, pihak sekolahnya akan mengadakan pembinaan kepada seluruh guru di sekolahnya skaligus mencari solusi alternatif lain yang lebih positif untuk mendidik dan menerapkan disiplin di sekolahnya.
“Guru yang dimaksud sedang dalam pemulihan. Walaupun berita yang tersebar tentang kekerasan itu tidak sepenuhnya benar, tapi kami akan tetap melakukan pembinaan terhadap semua tenaga pengajar disini. Sekaligus mencari alternatif positif lain tentang penerapan disiplin sekolah, karena mendidik seseorang tidaklah mudah,” tandasnyasembari berharap, semoga kekeliruan seperti ini tidak terjadi lagi, karena akan berdampak negatif bagi kredibilitas dan citra dunia pendidikan. (fie)

You must be logged in to post a comment Login