Lagi, KWRI Sulut Gelar Seminar Ketenagakerjaan

Filed under: Berita Utama,Ekonomi,Manado |

SWARAMANADONEWS - Kembali untuk kali kedua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Sulawesi Utara, mengadakan seminar ketenagakerjaan, Selasa (18/07) pagi tadi pukul 10.00 WITA, berlangsung di Hotel Sahid Jl. Babe Palar No.1 Manado. Seminar sehari ini membahas masalah Hubungan Industrial dan Hukum Ketenagakerjaan.

Acara ini dibuka langsung Ketua KWRI Sulawesi Utara dalam hal ini Jhon Kandores. “Dengan memanjatkan syukur kepada Tuhan yang maha kuasa dalam rangka melaksanakan program pemerintah Sulawesi Utara, dan atas Ketua Umum (Ketum) KWRI Pusat, menyampaikan salam dan hormat serta bangga atas kehadiran para peserta yang ambil bagian dalam kegiatan ini, kata Kandores.

Menurut Kandores, sebetulnya Ketua Umum KWRI memiliki kerinduan untuk hadir, akan tetapi lantaran kesibukan dan tugas-tugas yang diembanya terlalu padat, maka beliau tak sempat hadir, ujarnya.

Dalam seminar sehari tersebut tampil sebagai keynote speaker (pembicara) diantaranya: Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara Supartoyo SH MM, Jeanne JL Laluyan SH, Ketua Federasi Serikat Pekerja Niaga, Wakil Sekertaris DPD KSPI Propinsi Sulut.

Sebelum acara dimulai Pukul 10.00 WITA para peserta coffee break terlebih dahulu. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi. Tampil sebagai pembawa materi pertama Supartoyo SH MM, Kabid Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulut dengan judul ‘Mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial menurut UU No. 2 Tahun 2004.

Sebelum masuk pada topik, Supartoyo pria asli Jawa Tengah tersebut, yang hampir 20 tahun lebih berdomisili di Kota Manado, membeberkan experiance pengalaman hidupnya, bahkan menceritakan background education (latar belakang pendidikannya) merupakan alumni Fakultas Hukum Samratulangi.

Bagaimana pun juga ia bangga berada di Sulut, ditambah lagi salah satu anaknya saat ini sedang menyelesaikan program Doktoral di Institut Pertanian Bogor (IPB). “Barangkali anak saya akan menjadi Doktor termuda di Sulut yakni 23 tahun sudah bergelar doktor, ujarnya.

Sementara menurutnya pemahaman UUK dan aturan pelaksanaanya (PP,Kepres, Kepmen dll); pemahaman UU No. 2 tahun 2004 tentang PPHI Pemahaman Hukum Perjanjian (Pasal 1338 jo 1320 KUH Perdata) syarat sahnya perjanjian: (1) adanya kesepakatan, (2) adanya objek yang diperjanjikan, (3) adanya kewenangan membuat perjanjian (40 tidak bertentangan dengan hukum.

Selain itu Supartoyo juga menjelaskan tentang Best Performace & Practice, hukum acara perdata, seperti; Mekanisme tata cara pembuatan/ pengajuan surat kuasa dan gugatan, dicontohkanya Isi Surat Kuasa: (1) identitas pemberi kuasa dan penerima kuasa, (2) materi surat kuasa, (3) uraian tegas dan jelas batas-batas kewajiban pemberi kuasa, (4) hak subsitusi (5) materai dan tanda tangan serta isi gugatan, identitas para pihak, posita/Fendamentum petendi/ dasar gugatan, petitun/tuntutan hal-hal yang diminta untuk diputus. Para peserta pun tampak antusias dalam mengikuti seminar tersebut, apalagi saat Kabid Tenaga Kerja, menguraikan soal penyelesaian PHI melalui mediasi, konsiliasi dan arbitrase.

Selain itu topik yang tak kalah menarik saat Supartoyo menguraikan “Masalah Sosial Tenaga Kerja” (Jamsostek). Peserta yang hadir berasal dari perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Manado dan sekitarnya. Sedangkan jumlah peserta yang hadir yaitu 40 orang.

Sementara para peserta tak hanya turut serta akan tetapi yang hadir juga diberikan piagam. (Jerry M)

 

 

You must be logged in to post a comment Login