dr. Kartika Devi Sayangkan Ada Kabupaten Yang Tidak Utus Peserta di Ajang PNNS

Filed under: Berita Utama,Pemerintahan,Top News |

IMG-20170912-WA0048Swaramanadonews.com, Manado- Terselenggaranya kegiatan ini sebagai wahana pembelajaran dan pembekalan bagi para peserta pemilihan Nyong dan Noni Sulut yang merupakan duta wisata dari 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Ketua Panitia Pelaksana Pembekalan Nyong dan Noni Sulut (PNNS) 2017, dr Kartika Devi Tanos Kandouw, didampingi Kabid UPK Dinkes Sulut dr Lydia Tulus di ruagan C. J. Rantung, Selasa (12/09/2017) mengatakan setelah memberikan pembekalan oleh Pemprov Sulut kepada  segenap peserta utusan dari Kab/Kota Se Sulut yang akan mengikuti ajang Pemilihan Nyong Noni tahun 2017, semua harus bebas dari narkoba, tutur dr. Kartika
“Sebanyak 36 orang peserta dinyatakan bebas dari narkoba setelah dilakukan tes narkoba oleh tim dokter dari BNN Sulut. Tes narkoba ini juga merupakan salah satu syarat utama untuk mengikuti ajang PNNS 2017 tahun ini,” ujar dr Devi sapaan akrabnya.

Saat disentil soal adanya salah satu Kabupaten yang tidak mengutus peserta dalam ajang PNNS ini, dr Devi pun mengatakan, pemerintah provinsi sangat menyayangkan Kabupaten Sitaro tidak mengirim utusan dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Sangat disayangkan kalau tak ada perwakilan, ajang ini sangat positif demi pengembangan karir dan potensi putra putri daerah,” pungkasnya. Sembari dirinya berharap kedepan calon nyong noni Sulut 2017, bisa mewakili daerah Sulut dalam ajang yang lebih bergengsi di tingkat nasional.
Sebelumnya Asisten I Pemerintahan Dan Kesra Provinsi Sulut John Palandung yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, pada pelaksanaan kegiatan Pembekalan Nyong dan Noni Sulut 2017 Tentang Good Governance ini menyatakan bahwa Good Governance adalah untuk menciptakan tatanan pemerintahan yang sehat dengan harapan kualitas pelayanan publik menjadi semakain baik. Karena itu, perwujudan Good Governance menjadi salah satu agenda utama pemerintahan yang memerlukan dukungan seluruh komponen bangsa.

Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, kita tahu bersama pasti ada berbagai dinamika dan problematika dilapangan, antara lain masalah korupsi yang telah dianggap membudaya dalam tubuh Pemerintahan Indonesia. Maka dari itu,  ada tanda awas atau waspada bagi kita bersama, yaitu bahaya besar yang mengancam proses Character Building (pembangunan karakter) bangsa, karena apabila virus patologi birokrasi ini menyebar kedalam prilaku masyarakat, maka yang akan  tercipta adalah struktur masyarakat dengan budaya korup, ujarnya
“Kepada Calon Nyong dan Noni untuk bisa tampil terdepan diantara para generasi muda lain, yang lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisne yang murni dan energi besar serta dibarengi dengan integritas dan keberanian untuk melakukan perubahan positif dan pembaharuan di tengah masyarakat dan dalam berbagai bidang pembangunan yang ada”. Harapnya

Turut Hadir Kepala Dinas Pariwisata Sulut  Daniel Mewengkang dan Kepala Biro Perekonomian dan SDA Frangky Manumpil. (Elvis)

You must be logged in to post a comment Login