Kontingen Mitra Hentak Mubes IWO Nasional di Jakarta

Filed under: Berita Utama,Mitra |

IMG_20170912_211437RATAHAN – Musyawarah bersama (Mubes) Ikatan Wartawan Online (IWO) I,  di Jakarta, yang diagendakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (8-9/9/2017) berjalan menghasilkan kepengurusan yang sah.

Namun demikian, Mubes I,  IWO tersebut diwarnai aksi protes dari kontingen Minahasa Tenggara, didampimgi pengurus DPW IWO Provinsi Sulut, dibawah pimpinan Viktor Rarung.

Reigen Pantow, kontingen Mitra langsung menginterupsi saat master ceremonial (MC) Bella Fausi, yang hendak membacakan pelantikan sekaligus pengukuhan pengurus IWO pusat, yang dinilai kurang demokratis karena sudah diskenariokan.

“Dalam undangan ditulis musyawarah besar. Kok kenapa langsung dilantik pengurus tanpa ada proses musyawarah. Itu yang saya kritisi,” kata Pantow yang saat itu berapi-api mengkritik.

Akhirnya, skenario pelantikan yang mungkin sudah diatur rapih, jadi berubah setelah semua peserta IWO dari seluruh provinsi, kabuapaten/kota se-Indonesia, menyetujui pembahasan AD/RT.

“Kalau hanya didiamkan saja dan tidak ada peserta yang menkritik, pasti skenario sudah berjalan seperti yang sudah direncanakan,” umbar Pantow.

Menurut Pantow, Mubes tersebut merupakan sejarah bagi peserta Provinsi Sulut, khususnya Minahasa Tenggara, karena mampu memberikan kritikan guna kemajuan IWO kedepan.

“Jadi dalam Mubes tersebut tak serta merta kita menyampaikan maksud dari pelaksanaan kegiatan. Akan tetapi, yang terpenting kita sampaikan potensi serta keberhasilan pembangunan di Minahasa Tenggara yang dipimpin Bupati hebat James Sumendap SH, bergema dalam kegiatan yang dihadiri sekira 7 ratusan peserta se Indonesia,” sebutnya.

Sementara Viktor Rarung selaku ketua IWO Sulut, mengaku bangga dengan apa yang dilakukan Pantow pada Mubes tersebut. Dirinya berharap, IWO Indonesia, apa terlebih Sulut, terus bersatu dan bergandengan tangan untuk membesarkan organisasi.

“Dengan digelarnya Mubes IWO di Jakarta, saya berharap seluruh IWO di Indonesia bersatu. Namun harapan besar IWO bisa menghasilkan karya guna kemajuan pembangunan di tanah air tercinta ini,” ungkapnya.

Rarung juga mengingatkan IWO Sulut sebisa mungkin menghindari berita hoax. Apalagi pemberitaan yang berbau saracen. Sebab organisasi ini kedepannya akan menjadi pilar utama bagi lajunya pembangunan bangsa Indonesia.

“Kita beritakan saja apa yang perlu untuk disampaikan kemasyarakat. Artinya pemberitaan sesuai fakta dan hindari sebisa mungkin menghindari berita yang menjurus kepada perpecahan,” pesan Rarung. (noldy)

You must be logged in to post a comment Login