Peningkatan Pelayanan Kefarmasian di Kota Tomohon

IMG-20170913-WA0011

SMNC.TOMOHON.Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Kesehatan Daerah  melaksanakan kegiatan peningkatan pelayanan kefarmasian.Rabu (13/09/2017),di Hotel Tulip Inn.Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Dua Pemerintah Kota Tomohon Ronny Lumowa.

Lumowa saat mengutip sambutan Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE.Ak,mengatakan bahwa undang undang nomor 36 thn 2009 tentang kesehatan menyebutkan bahwa praktik kefarmasian meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi pengamanan,pengadaan,penyimpanan,dan pendistribusian obat,pelayanan obat atas resep dokter,pelayanan obat serta pengembangan obat dan obat tradisional,

Lanjut Lumowa,peraturan pemerintah nomor 51 thn 2019 tentang pekerjaan kefarmasian menyatakan bahwa pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi,pengamanan,pengadaaan,penyimpanan,dan pendistribusian atau penyaluran obat,pengelolaan obat,pelayanan obat atas resep dokter,pelayanan informasi obat,serta pengembangan obat bahan obat dan obat tradisional.

“Berdasarkan kewenangan pada peraturan perundang- undangan pelayanan kefarmasian telah mengalami perubahan yang semula hanya berfokus kepada pengelolaan obat bekembang menjadi pelayanan komprehensif meliputi pengelolaan obat dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup  pasien”.Ujarnya

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang didalamnya pelayanan kefarmasian di puskesmas yang merupakan unit pelaksanaaan teknis dinas kesehatan kabupaten/kota,pelayanan kefarmasian di rumah sakit dan di apotek dan pelayanan kefarmasian tersebut harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan,untuk itu peran apoteker dan tenaga teknik kefarmasian dituntut untuk meningkatkan pengetahuan,keterampilan dan perilaku agar dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien.

“Perkembangan dengan adanya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komprensif dapat menjadi peluang sekaligus merupakan tantangan bagi apoteker dan asisten apoteker dituntut untuk merealisasikan perluasan paradigma pelayanan kefarmsian dari orientasi produk menjadi oerintasi pasien,untuk itu kompetensi apoteker dan asisten apoteker perlu ditingkatkan secara kotinyu agar perubahan paradigma tersebut dapat diimplementasikan ,sehingga dalam rangka mencapai keberhasilan pelaksanaan standar pelayanan di puskesmas,rumah sakit dan apotek diperlukan komitmen,kerjasama,dan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat,pemerintah provinsi/ kabupaten /kota,organisasi profesi serta seluruh pihak terkait sehingga hal ini akan meningkatkan pelayanan kefarmasian yang semakin optimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pasien dan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan”.Tutup Asisten Dua Ronny Lumowa

Untuk diketahui,tujuan dari kegiatan ini adalah terlaksanakannya pelayanan kefarmasian yang bermutu di puskesmas,rumah sakit dan apotek,meningkatnya profesionalisme tenaga farmasis melalui pengembangan ilmu pengetahuan,teknologi,keterampilan dan etika meningkatkan peran farmasis yang optimal dengan mendorong kemandirian,kemitraan lintas sektor,profesi pendidikan,masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah dari unsur Pemerintah Kota Tomohon,Unsur dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulut Bpk Gerald Rindengan SSi,MPH,Apt.Unsur dri pengurus cabang ikatan apoteker indonesia tomohon minahasa Ibu Olvi Datu,S,Farm,Apt,serta Peserta adalah Pengelola farmasi di Luskesmas,Rumah Sakit,Apotek,dan Toko Obat,dan diketahui ada  26 Apoteker yang mengikuti kegiatan ini,7 Puskesmas,2 Rumah Sakit,15 Apotek,2 Toko Obat.

(Adi Pontoan)

You must be logged in to post a comment Login