Direktur RSUD Bolmut Bantah Puluhan Juta Dana Pasien Dikatakan Tidak Jelas

Filed under: Bolmong Raya |
dr.-Winny-Mawarny-Sowikromo-336x320

dr. Winny Sowikromo

Bolmut- menanggapi isu yang berkembang di media sosial tentang adanya dana dari Pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang tidak disetorkan ke Pemerintah Daerah, maka pada Rabu (20/9) kemarin Direktur RSUD dr. Winny Sowikromo akhirnya angkat bicara. Menurutnya isu yang berkembang tersebut adalah keliru. “ sesuai aturan yang ada, 50% dari pendapatan di RS dipergunakan untuk membayar jasa pelayanan mulai dari jasa petugas kebersihan sampai jasa pegawai Rumah sakit lainnya, sementara yang 50% lagi diserahkan ke Pemda untuk nantinya dikembalikan lagi ke Rumah Sakit sebagai biaya Operasional dan pembangunan-pembangunan lainnya di Rumah sakit. Hal ini dilakukan agar tidak ada program atau pengadaan yang tumpang tindih antara usulan Rumah Sakit dan usulan Pemerintah Daerah, ” terangnya.
Sementara untuk jumlah pendapatan yang di infokan berjumlah puluhan Juta rupiah yang tidak jelas keberadaannya, Winny Sowikromo mengatakan bahwa hal ini hanyalah kesalahan dalam pencatatan. “saat ini kami memang sedang melakukan singkronisasi dan perekapan data karena ketika masuk ruang di UGD, biasanya mereka terdaftar sebagai pasien umum yang harus membayar biaya Rumah Sakit, tetapi ketika masuk ruangan ternyata mereka mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS), karena kemarin-kemarin mungkin ada yang dari ruangan rawat inap yang tidak lagi melapor lagi ke UGD sehingga ada data yang tidak sesuai antara data pasien Umum di UGD dengan yang ada di ruanganrawat inap. Inilah yang sedang kami singkronkan, tapi selisih itupun tidak seperti yang dihebohkan sudah sampai menyentuh angka puluhan juta, bahkan dari hasil terakhir, selisihnya tidak sampai satu juta, dan itupun sedang kami dalami,” ungkapnya.
Winny juga sangat menyesalkan pernyataan mantan direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bolmut dr. Fitri Akub. Yang menurutnya tidak mengetahui akar permasalahan yang terjadi. “saya juga kaget ketika mendengar mantan direktur rumah sakit (dr Fitri Akub red.) yang mengatakan saya memaksa beberapa petugas rumah sakit untuk membayar selisih dana pasien secara tunai tanpa tau yang sebenarnya,hal ini hanya diakibatkan oleh belum terkoneksinya cara pendataan dari bagian loket pendaftaran menuju bagian bagian lainnya. Disini saya hanya ingin lebih mendisiplinkan seluruh pegawai, kalau memang ada selisih jumlah pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat dengan dana pasien umum yang harus disetorkan, saya harus meminta kepada petugas tersebut untuk mengembalikannya, karena kelalaian sekecil apapun nantinya akan berdampak buruk kedepannya. Seharusnya Ibu Fitri sebagai mantan dirut dapat duduk bersama untuk menyelesaikan masalah teknis ini, bukannya memilih menjawab dari jauh. Kemarin juga saya sudah undang beliau untuk dapat membahas apa yang sudah beliau sampaikan pada media, tetapi beliau mengatakan belum sempat hadir dengan alasan sedang bersama orang tuanya untuk cek up. Saya berharap agar semua ini dapat terselesaikan secara baik-baik dengan kepala dingin,” ucapnya.
Ketika ditanyakan soal langkah antisipasi Rumah Sakit kedepan, Winny mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan agar sistem pendataan harus terpusat dan terkoneksi dengan ruangan-ruangan yang ada. “kedepan akan kami berlakukan pendataan yang terpusat di loket pendaftaran yang terkoneksi dengan ruangan-ruangan yang ada, selama ini memang kami akui ada sistem pendataan yang tumpang tindih. Jadi ada 12 bagian dimana setiap bagian yang ada punya admin sendiri, maka untuk mengantisipasi hal ini kembali terjadi kami rencanakan untuk memusatkan pendataan pasien di loket pendaftaran. Hal ini juga dilakukan sebagai penunjang akreditasi rumah sakit kedepan nanti,” tutupnya. (santara)

You must be logged in to post a comment Login