Digenangi Banjir Bandang, Balai Sungai Sulut Diharapkan Perhatikan DAS Bolmut.

Filed under: Bolmong Raya,Uncategorized |

IMG-20170923-WA0017Digujur Hujan semalaman, sejumlah desa di wilayah kabupaten Bolaang Mongondow Utara tergenang banjir bandang pada Sabtu (23/9). Adapun wilayah yang terkena banjir bandang antara lain Desa Kopi di Kecamatan Bintauna, Desa Nunuka dan Saleo di Kecamatan Bolangitang Timur, Desa Langi, Sonuo, Jambusarang dan Wakat di Kecamatan Bolangitang Barat, Desa Pontak di Kecamatan Kaidipang serta Desa Tuntulowu, Padango, Kayougu dan Batu Bantayo di Kecamatan Pinogaluman.
Kepala Desa Nunuka Hamsa Kohongia yang diwawancarai awak media mengatakan bahwa banjir didesanya ini dikarenakan oleh pendangkalan sungai Nunuka. “kalau hujan lebat dan lama, pasti ada saja rumah di Desa Nunuka ini yang terendam banjir. Hal ini disebabkan karena sungai di Desa Nunuka ini telah mengalami pendangkalan. Hari ini saja, ada kurang lebih 200an rumah yang terendam banjir bandang,” terangnya.
Hamsa berharap agar Balai Sungai Provinsi dapat memperhatikan sungai-sungai yang berada diwilayah Bolaang Mongondow Utara. “saya berharap agar pemerintah terkait khususnya Balai Sungai Provinsi Sulawesi Utara agar dapat lebih memperhatikan daerah aliran sungai yang ada diwilayah Bolaang Mongondow Utara ini, kami yakin kelau sungai Nunuka ini dinormalisasi dan dibuatkan tanggul penahan dipinggirannya, pasti tidak akan terjadi lagi banjir di Desa Nunuka ini. Akhir tahun kemarin dari Balai sungai sudah pernah datang melakukan pengecekan dan pengukuran sungai, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. kasihan kami yang selalu menjadi langganan banjir ketika musim penghujan tiba,” keluhnya.
Kepala Desa Tuntulowu Sakir Papeo juga mengeluhkan hal yang sama. “kalau di Desa tuntulowu sendiri, ada kurang lebih 173 rumah yang terendam banjir. Ketinggian banjir rata-rata sampai sepinggang orang dewasa atau sekitar satu meter. Hampir tiap tahun kami kebanjiran seperti ini. Hal ini dikarenakan sungai Atinggola yang sudah mengalami pendangkalan serta tidak adanya jalan air dari lapangan desa menuju sungai yang mengakibatkan air luapan sungai dari hulu tertampung didesa dan tidak dapat dialirkan kembali ke aliran sungai yang lebih rendah. yang Untuk saat ini kami tidak bisa berbuat banyak karena dana desa tidak dapat digunakan untuk membuat gorong-gorong (saluran air) yang dapat mengalirkan air ke wilayah sungai yang lebih rendah karena berada diwilayah jalan trans yang otomatis masuk kedalam tanggung jawab Provinsi Sulawesi Utara.  Kami berharap agar Balai Jalan dan Balai Sungai provinsi Sulut agar dapat lebih memperhatikan wilayah kami ini, kasihan juga kan kalau tiap musim penghujan tiba, ratusan hektar kebun dan sawah yang terendam air, belum lagi rumah penduduk yang harus terendam banjir serta kerugian-kerugian lainnya, ” ungkapnya.
Pun demikian dengan salah seorang warga Desa Langi Rongki Mayulu yang menjadi korban banjir, dirinya berharap agar pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kondisi sungai yang ada diwilayah Bolaang Mongondow Utara ini, “Setiap tahun saya pasti harus mengungsi bila musim penghujan tiba, saya berharap agar pemerintah khususnya balai sungai provinsi untuk dapat memperhatikan kami yang ada disekitaran bantaran sungai diwilayah Bolaang Mongondow Utara ini,” keluh Rongki yang juga salah seorang pengusaha Kopi Mania ini.
Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Musliman Datukramat yang dihubungi awak media mengatakan bahwa pihaknya sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan serta pendataan diwilayah yang terkena banjir bandang, “dari pagi ketika mendengar kabar adanya banjir bandang dibeberapa wilayah, saya dengan teman-teman dari BPBD sesuai dengan arahan dan perintah Bupati Bolmut sudah langsung turun lapangan melakukan pengecekan dan pendataan ditiap wilayah yang terendam banjir bandang ini, setelah ini kami juga akan mengsingkronkan dengan pihak-pihak terkait soal bantuan terhadap korban banjir dan tindakan-tindakan selanjutnya,”paparnya.
Selain itu, Musliman juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada. “melihat kondisi cuaca yang mudah berubah seperti saat ini, saya berharap agar seluruh masyarakat agar tetap waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bukan hanya banjir, kita juga harus waspada terhadap pohon yang sewaktu-waktu bisa tumbang, selain itu, saya juga menghimbau agar hewan-hewan ternak juga dipindahkan ketempat yang lebih aman,” Tutupnya. (santara)

You must be logged in to post a comment Login