Disayangkan, Rebumbug Nasional di Unsrat Manado Panitia Lokal Halang Wartawan Untuk Meliput

Filed under: Berita Utama,Pemerintahan,Top News |

IMG-20170925-WA0007Swaramanadonews.com, Manado- Kejadian kurang mengenakan kembali menimpa awak media, hal ini terjadi ketika sejumlah Wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE dicegat oleh oknum Dosen (Rudi Wenas) Universitas Sam Ratulangi ketika memasuki ruang Auditorium UNSRAT untuk meliput kegiatan Rembuk Nasional yang mengusung tema ‘Membangun desa berbasis wisata, budaya dan ekonomi kreatif pengelolaan pariwisata unggul nusantara’ Senin, (25/09/2017)

“Darimana? Mau kemana? Minta identitas?, mana undangannya?”, ujar oknum pegawai tersebut.

Pertanyaan tersebut disambut baik dua orang Wartawan yang hendak masuk dengan menunjukan identitas dan kartu pers.

“Ini pak, kami diundang untuk meliput kegiatan Gubernur, dan ini memang tugas kami”, jelas Wartawan Topik Sulut isial C. yang mencoba masuk ke ruangan pelaksanaan kegiatan.

Kendati sudah menunjukan ID Card, kedua Wartawan tersebut masih saja dilarang masuk dengan alasan undangan terbatas.

Hal ini kontan membuat salah satu Wartawati Koran RADAR Manado (sebut saja M) inisial, mengatakan hal ini cukup mencederai profesi bagi seorang Wartawan.

“Ini memalukan, kami juga sempat dihadang didepan banyak orang, seakan kita mengharapkan sesuatu dari kegiatan ini”, ungkap M.

Tidak hanya itu, menurut para Wartawan yang ada dilokasi, Dosen tersebut tidak memiliki hak untuk melarang insan pers yang melekat dengan Gubernur untuk meliput, karena ini untuk meliput kegiatan Gubernur bukan untuk Universitas.

“Kami datang karena ingin meliput kegiatan Gubernur, bukan Rektor atau Universitas, kenapa dilarang dan ditanyai seperti kami ini pencuri?”, tegas salah seorang awak media yang mengaku merasa tersinggung dengan perlakuan tersebut.

Sedangkan Rektor UNSRAT Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat ketika di konfirmasi awak media di depan lobi Auditorium UNSRAT, seakan mengacukan para awak media dengan ‘berbalik badan’,.

“Bu Rektor, ijin bertanya, kenapa awak media Pemprov dilarang masuk?, kami hanya ingin meliput Gubernur”, tanya sejumlah Wartawan dan tidak ditanggapi Rektor tersebut.

Hal ini membuat segenap Wartawan tersinggung.

“Astaga, kok balik badan?”, ujar salah seorang awak media Rolly Kerap dari Elnusanews.com.

Menariknya ketika dikonfirmasi kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, terkait tidak diijinkannya para awak media Gedung Putih (pemprov sulut) untuk meliput kegiatannya, Gubernur hanya menjawab singkat sambil menatap tajam Rektor Unsrat.

“Ah, masa?, siapa bilang tidak boleh meliput, ini kan acara bagus, kan seharusnya bisa”, ujar Gubernur dengan wajah sedikit kecewa

Sedangkan ketika dikonfirmasi kepada Dosen tersebut, dirinya mengatakan bahwa hal itu dilakukan sesuai keputusan rapat

“Ini sudah petunjuk, ini sesuai keputusan rapat, kami sudah undang media, jadi saya minta undangannya”, jelas Wenas

Tidak hanya itu, Wenas pun sempat meminta bukti kepada Wartawan Gedung Putih untuk memanggil Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur untuk mempertanyakan bukti sebagai wartawan Gubernur.

Untuk itu Ketua Panitia Rembuk Nasional BR-11, Agus Supandi kepada sejumlah awak media meminta maaf sebesar-besarnya atas perbuatan Wenas tersebut.

“Kami minta maaf sebesar-besarnya, tadi beliau sudah ditegur, mungkin beliau lelah, tolong dimaklumi, sekali lagi minta maaf”, tutup Supandi

(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login