CTI-CFF Gelar Workshop Bahas Masalah Perikanan di Gedung CTI Manado

Filed under: Berita Utama,Pendidikan,Top News |

UPHOTO_20170926_224522Swaramanadonews com, Manado- Dalam rangka mengantisipasi serta mendukung penerapan program Seafood Import Monitoring yang merupakan syarat utama masuknya hasil-hasil perikanan yang akan di ekspor ke Amarika Serikat yang akan diberlakukan pada 1 januari 2018 Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) bersama sejumlah nara sumber dari berbagai negara yang tergabung dalam CTI mengadakan Workshop selama 2 Hari.

Dalam Workshop kali ini Selasa, (26/09/2017) dibahas proses pengembangan dan penerapan sistim dokumentasi hasil tangkap dan ketelusuran CDT yang diharapkan dari proses pengembangan dan penerapan sistim ini maka kegiatan IUU Fishing dan seafood fraud dapat dikurangi sekaligus meningkatkan praktek perikanan berkelanjutan dan mendukung upaya-upaya pelestarian kekayaan aneka ragam hayati laut.

Dr. Muhammad Lukman pada confrensi pers di Gedung CTI Kairagi Manado mengatakan per 1 januari 2018 semua seafood (makanan laut) yang masuk ke negeri paman sam Amerika Serikat ini mereka mengsyaratkan adanya dokumen ketelusuran CDT

“Semua produk yang akan masuk ke pasar amarika mereka mesyaratkan harus melalui CDT ada dokumen ketelusuran” ujar Muhammad.

Lukman, juga menjelaskan dalam Workshop kali ini diharapkan proses pengembangan dan penerapan sistim dokumentasi hasil tangkap dan ketelusuran CDT diharapkan dari proses pengembangan dan penerapan sistim ini maka kegiatan IUU Fishing dan seafood fraud dapat dikurangi sekaligus meningkatkan praktik perikanan berkelanjutan dan mendukung upaya-upaya pelestarian kekayaan aneka ragam hayati laut.

Mereka menginginkan seafood yang masuk kenegaranya bebas dari mislebel, jadi pemerintah Amerika membuat regulasi atau aturan buat pasar mereka jadi pengusaha amerika yang mengimport ikan dari kawasan CTI harus memiki dokumen ketelusuran (dari awal sampai akhir produksi-reed)” ujar Lukman.

Sementara itu Dr. Alan Koropitan pada kesempatan itu menjelaskan secara komprehensif 4 factor utama membangun CDT yabg kuat yaitu sistim ketelusuran, teknologi, oprasional dan regulasi.

“Memang enam negara CTI berbeda kesiapannya dalam mengadopsi sistim yang disampaikan seperti Indonesia, Malaysia, dan filipina dari segi ketelusuran mereka sangat siap tapi masih sebatas manual” kata Koropitan.

Dr. Ir. Reiny Tumbol pada kesempatan ini menjelaskan kontribusi Unsrat Manado untuk pelaksanaan CDT di kawasan Coral Triangle dimana telah ditetapkan Kota Bitung sebagai tempat pembelajaran.
(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login