Kapolres Minut Menjadi Terdakwa dalam Pra Peradilan

Filed under: Berita Utama,Minut,Top News |

PolresMinut.SMNC-Sidang pra Peradilan terhadap Termohon Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melawan 2 orang warga Minut, Estefina Kapoh (59) dan Ferry Manewus (61) sebagai Pemohon mulai digelar di Pengadilan Negeri Kelas II Airmadidi Minut, Jumat (20/10) pagi tadi.

Sidang perdana pra-peradilan yang di pimpin Hakim Tunggal Christyane P. Kaurong, SH, M.Hum mengagendakan untuk mendengarkan permohonan Pemohon.

Pengacara Reinhard Mamalu, SH dalam sidang yang digelar kurang lebih 10 menit ini memaparkan alasan kliennya mem pra peradilkan Polres Minut.

“Saya mewakili klien kami Estefina Kapoh (59) dan Ferry Manewus (61) yang saat ini sedang ditahan di Polres Minut. Kami menganggap pihak Polres sudah melakukan tindakkan inprosedural terhadap klien kami. Tanpa ada pemeriksaan awal, pihak Polres menetapkan klien kami sebagai tersangka dan saat ini ditahan di Polres,” beber Mamalu.

Tiga permohonan pihak Termohon yang disampaikan Mamalu ke Majelis Hakim, yakni ;

  1. Kami memohon ke Pengadilan supaya penangkapan atas klien kami tidak sah
  2. Memohon ke Majelis Hakim terkait Penahanan klien kami dinyatakan tidak sah
  3. Memohon juga ke Majelis Hakim, terkait Penetapan tersangka terhadap klien kami harus dinyatakan tidak sah.

“Pendapat hukum kami, alasan pelapor mempermasalahkan pemalsuan register desa tidak berdasar sama sekali. Mari kita tarik kebelakang, siapa yang dirugikan dalam hal ini? Tidak ada,” tegas Mamalu dengan lantang.

Mamalu juga sempat meminta pihak Polres harus bisa menunjukkan alas hak pelapor yang sah, sebagai dasar hukum melaporkan kliennya. Karena menurut Mamalu, pelapor Ringking Marina Korah yang mendapat kuasa dari Elisabeth Go sama sekali tidak memiliki dasar hukum untuk melaporkan kliennya.

Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Airmadidi Minut, Agus Tjahjo Mahendra, SH ditemui media ini di kantornya menjelaskan, pelaksanaan sidang perdana dengan Termohon Kapolres Minut hanya mengagendakan menerima permohonan Pemohon.

“Sidang tadi hanya untuk menerima permohon Pemohon. Sidang selanjutnya akan kita gelar Senin (22/10) pekan depan untuk mendengar jawaban pihak Termohon, Kapolres Minut. Ini permohonan Pra Peradilan ke 2 kalinya terhadap Kapolres Minut atas permasalahan hukum berbeda dengan Pemohon yang berbeda juga di tahun 2017 ini,” jelas Agus.

Diketahui, peristiwa ini berawal saat Ringking Marina Korah melaporkan Estefina Kapoh dan Ferry Manewus ke Polres Minut atas dugaan melakukan tindak pidana perbuatan pemalsuan surat kepemilikan tanah.

Sesuai surat laporan polisi : LP/380/VII/2017/Sulut/Res-Minut tanggal 26 Juli 2017, Estefina dan Ferry disangkakan meneggunakan surat palsu seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsukan, yakni kepemilikan tanah dengan nomor registrasi 238 folio 91 atas nama ibu E. Korah Kapoh yang terbit di Watutumou pada tanggal 23 Mei 2011 dan surat keterangan kepemilikan tanah dengan nomor registrasi 238 folio 90 atas nama Estefin Korah Kapoh terbit di Watutumou pada tanggal 8 November 2011, sesuai dalam rumusan pasal 263 ayat 2 KUHP.

Atas laporan tersebut, pada tanggal 23 September 2017, pihak Polres Minut melayangkan surat panggilan ke terlapor Estefina Kapoh, S.Pd untuk didengar keterangannya melalui surat panggilan nomor : S.Pgl/449/IX/2017/Reskrim.

Pada panggilan ini, terlapor menyatakan tidak bisa hadir dengan alasan kesehatan.

Hal yang lebih mengejutkan, pada tanggal 28 September 2017 Polres Minut kembali melayangkan panggilan ke terlapor, namun kali ini berdasarkan surat panggilan nomor : S.Pgl/471/IX/2017/Reskrim, dipanggil untuk didengar keterangannya sebagai Tersangka.

Penetapan terlapor dinyatakan sebagai Tersangka sesuai surat Ketetapan nomor : S.Tap/445/IX/2017/ Reskrim tanggal 28 September 2017, yang ditandatangani Kasat Reskrim, Ronny H. Maridjan, S.Sos, dan setelah dimintai keterangannya, Estefina Kapoh dan Ferry Manewu langsung ditahan di Polres Minut.

Dari hasil penjelasan pengacara dan keluarga ke beberapa wartawan, Maramis Ticoalu Korah menikah dengan Elisabeth Go tahun 1964 dan tidak memiliki anak, namun mengangkat 1 anak Ringking M. Korah.

Selang 23 tahun setelah menikah, tahun 1987, Maramis Ticoalu Korah mendapat warisan, yang merupakan objek sengketa, dari Ibu kandungnya Getruida Mathilda Wulan Ticoalu.

Selanjutnya, tahun 2004 Maramis Ticoalu Korah bercerai sah secara sipil dengan Elisabeth Go. Di tahun yang sama, Maramis Ticoalu Korah menikah dengan Estefina Kapoh, yang selanjutnya terus merawat Maramis hingga akhir hayatnya.

Namun secara tiba-tiba, Elisabeth Go dengan memberikan kuasa ke anak angkatnya, Ringking Marina Korah, melaporkan Estefina Kapoh dan Ferry Manewus ke Polres Minut, yang membuat keduanya mendekam di sel jeruji Polres Minut.

Perlu diketahui, sebelumnya di tahun 2012, Estefina Kapoh dan Ferry Manewus pernah dilaporkan ke Polres Minut oleh Simon Ferry Tampa atas objek yang sama dengan laporan polisi nomor : LP/285/V/2012/Res-Minut, tanggal 26 Mei 2012, tentang laporan penggelapan hak dengan terlapor Ferry Manewus dan laporan polisi nomor : LP/289/V/2012/Sulut/Res-Minut tanggal 29 Mei 2012, atas dugaan penggelapan hak atas barang tidak bergerak (tanah) yang dilakukan oleh Estefina Kapoh.

Namun melalui surat Perintah Penghentian Penyelidikan nomor : SP.Lidik/221b/VI/2012/Reskrim tanggal 4 Juni 2012 dan nomor : SP-Lidik/236.b/VII/2012/Reskrim tanggal 23 Juli 2012, memerintahkan penghentian penyelidikan atas kedua laporan Simon Ferry Tampa itu.

 

You must be logged in to post a comment Login