Dondokambey Dampingi Presiden Buka Konggres GMNI ke XX

Filed under: Advetorial |

IMG-20171115-WA0060Swaramanadonews.com, Manado- “Saya baru masuk kota Manado itu baru setengah dua malam hanya untuk Konggres GMNI ke XX, Merdeka, Merdeka, Merdeka..
” ujar Presiden RI Djoko Widodo dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin dan undangan.

“Kalau ditanya capek, yah capek, tapi saya sudah janjian dengan Chrisman, (Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik-reed) saya akan hadir, ya saya tepati saya hadir” ujar Jokowi yang kembali mendapatkan sambutan hangat dari tamu dan undangan.IMG-20171115-WA0056

“Yang pertama saya ingin berbicara masalah 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila saya putuskan tetapkan itu sebagai hari libur dan diperingati, levelnya paling tinggi, ini fudamental sekali, sangat mendasar sekali Pancasila sebagai idiologi Negara jangan ragu, dan setelah diputuskan, tidak terjadi apa-apa, Merdeka!..” tutur Jokowi, yang kembali menghangatkan suasana.

Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil sebuah keputusan. Sebab, Presiden pun telah menerapkannya dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Mulai dari penetapan Hari Lahir Pancasila, Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, hingga negosiasi dengan PT Freeport Indonesia.FB_IMG_1510775047788

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Pembukaan Kongres Trisakti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) XX, pada Rabu, 15 November 2017, di Graha Gubernuran, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Saat memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Presiden menyampaikan kepada menteri-menteri terkait untuk menyiapkan Perppu.

“Setiap memutuskan, saya yang bertanggungjawab. Ini adalah hak kewenangan yang diberikan kepada saya untuk membuat Perppu,” ucap Presiden.

Presiden menyatakan jika Perppu tersebut tidak dikeluarkan maka anti Pancasila akan terus ada dan eksistensi bangsa Indonesia di masa mendatang akan dipertaruhkan.

“Kalau kebenaran itu tidak kita lakukan, ya kita akan ragu-ragu terus. Kita ini takut terhadap apa _enggak ngerti_ saya,” ujar Presiden.

Hal lainnya yang di putuskan presiden adalaj 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, melalui keputusan Presiden nomor 24 tahun 2016 tentang hari lahir Pancasila

IMG-20171115-WA0046

Keputusan lainnya yang diambil oleh Presiden Jokowi adalah terkait divestasi saham 51 persen pemerintah terhadap PT Freeport Indonesia.

”Berapa puluh tahun kita hanya diberi sembilan persen, diam saja. Saya _enggak_ tahu diamnya karena apa. Apakah takut? Apakah karena diberi sesuatu karena memang saya _enggak ngerti_?” ucap Presiden.

Untuk itu, Presiden memberikan tugas kepada tiga jajarannya, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN Rini Soemarno, untukIMG-20171115-WA0049melakukan perundingan. Walaupun sudah berlangsung selama tiga tahun, negosiasi masih terus dipertahankan.

“Nego terus minta 51 persen, jangan mundur,” ujar Presiden.

Hal ini dikarenakan Presiden meyakini jika usaha keras pemerintah akan memberikan hasil yang terbaik.

“Tapi saya yakin kita dapat (51 persen). Kalau kita ragu-ragu terus ya _dimainin_ terus,” ujarnya.

Lebih lanjut, PreIMG-20171115-WA0066siden juga menyatakan pentingnya ketegasan dalam menjaga sumber daya alam laut Indonesia. Apalagi selama ini ribuan kapal negara asing banyak yang mengambil hasil laut Indonesia dengan bebas tanpa peringatan.

“Kita diamkan saja. Ini kita _ngerti_, apa memang kita _enggak ngerti_, _ngerti_ tapi diam, apa memang tidak _ngerti_. Tapi masa tujuh ribu kapal lalu lalang diam saja,” tutur Presiden.

Akibatnya, sumIMG-20171115-WA0063ber daya laut semakin berkurang dan nelayan pun kehilangan mata pencaharian. Namun, keberanian menindak kapal laut yang mengambil ikan di perairan Indonesia baru dilakukan saat posisi Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat oleh Susi Pudjiastuti dengan mengeluarkan kebijakan menenggelamkan kapal-kapal tersebut.

“Dalam setiap dekade nelayan itu turun sampai separuh, dari 1,6 juta menjadi 800 ribu karena memang ikannya tidak ada jadi mereka (nelayan) pindah profesi. Hal-hal seperti ini yang tidak pernah kita perhatikan. Siapa yang harus melindung sumber daya alam laut kita? Ya harus kita sendiri, bukan minta-minta ke negara lain untuk melindungi sumber daya alam laut kita, tidak akan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berbicara mengenai masalah infrastruktur. Ia mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah bukan hanya untuIMG-20171115-WA0034k mengurangi ketimpangan di Tanah Air tetapi juga untuk berkompetisi dengan negara lain.

“Infrastruktur di seluruh Indonesia adalah mutlak diperlukan kalau kita ingin bersaing dengan negara-negara lain. Memang mungkin ada yang sakit, ada yang merasakan pahit, tapi lihatlah kalau barang-barang ini selesai, rampung, baik yang namanya pelabuhan, tol, airport, di kabupaten-kabupaten kecil, pembangkit listrik itu selesai ini sangat fundamental untuk sebuah pergerakan ekonomi, menguatkan, meneguhkan kita dalam bersaing di era persaingan ini,” ucap Presiden.

Terakhir yang tak kalah pentingnya adalah masalah pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Presiden telah menyatakan komitmennya untuk melakukan pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran melalui sejumlah inovasi di bidang pendidikan kejuruan.

“Kita ini sudah terlalu lama monoton, tidak merubah, tidak berubah, padahal dunia sudah berubah sangat cepat sekali. Kalau pembangunan sumber daya manusia ini tidak kita kerjakan, benar kita akan ditinggal. Kita akan kalah dengan negara-negara kecil di sekitar kita,” tutur Presiden.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE pada Kesempatan ini melaporkan kepada Presiden maksud dan tujuan kegiatan Konggres GMNI ke XX sengaja dilaksanakan di Gedung Graha Gubernuran agar lebih mendekatkan GMNI dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Tentunya tidak heIMG-20171115-WA0060 (1)nti-hentinya kita pajatkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa, Pak Presiden Konggres GMNI ke XX ini sengaja kami laksanakan di Graha Gubernuran, agar seluruh kader-kader GMNI bisa bersama-sama dengan pemerintah, memanfaatkan Fasilitas-fasilitas pemerintah, dimana kita tau persis selama ini GMNI selalu terpinggirkan selama puluan tahun walaupun ada kuga kader GMNI yang masuk pemerintahan Orde baru” ujar Dondokambey yang juga disambut hangat peserta Konggres.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Sulawesi Utara saya menyampaikan selamat datang kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo bersama ibu selamat berkunjung di bumi Nyiur Melambai serta bersama seluruh jajaran, dengan harapan melalui kunjungan kali ini diharapkan berbagai pembangunan di Sulawesi Utara akan semakin dapat terpacu melalui kehadiran bapak”

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik. Juga tampak hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login