Pdi Perjuangan Sulawesi Utara Gelar Ibadah Pra Natal Di Minahasa

Filed under: Minahasa |
 Oly: Sesama Kader Jangan Saling Kita Menjatuhkan Dan Menjelekkan Kita Harus Bersatu////
 IMG-20171204-WA0043

Tondano:Swaramanadonews.com:–Ribuan Kader dan Simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 1 Sulawesi Utara (Sulut) Hadiri  Ibadah perayaan Natal Bersama  Senin (04/12) di Aula Wale Ne Tou Sasaran Tondano.

Ibadah perayaan Natal ini di pimpin oleh ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten Minahasa Pendeta Ever Tangel, S.Th.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara sekaligus ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI- P Olly Dondokambey, SE mengucapkan selamat menyongsong Natal dan Tahun Baru tahun 2018.

Dia juga berterimah kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama forkopimda lebih khusus masyarakat Sulawesi Utara yang suda membantu pemerintah daerah untuk bersama sama bersinergi membangun Sulut yang lebih maju.

“Di momentum ini, kita harus saling mengasihi antar sesama, jangan saling menjatuhkan, fitna dan menjelek-jelekan orang lain,” ucap Dondokambey.

Disisi lain, Olly juga mengingatkan kepada seluruh kader partai agar jangan saling menjatuhkan dan saling fitna, apalagi dimomen pemilihan kepala daerah (Pilkada) dibeberapa kabupaten kota di Sulut.

“Jangan menciptakan perpecahan antara kader. Untuk itu di momen pilkada ini, para kader dan simpatisan hatus solid untuk memenangkan pilkada di beberapa kabupaten kota,” imbuhnya.

Dikatakan lagi, bahwa semua bakal calon yang telah mendaftara di PDIP, berpeluang untuk maju dalam Pilkada 2018 mendatang. Namun, dirinya mengaku bahwa yang prioritas untuk di usung PDIP adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di setiap kabupaten kota.

“Jika ketua DPC tidak memberikan yang terbaik semasa kepemimpinannya, tentunya ada calon lain yang akan di usung oleh PDIP,” ungkap OD.

Dia juga menambahkan bahwa, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak suka mencaplok kader dari partai lain.

“PDIP menerimah calon dari partai lain, jika yang bersangkutan suda menyatakan pengunduran diri dari partainya,” sebutnya.

Karena lanjut OD, dalam sejarah PDIP tidak pernah memanggil kembali kader yang suda pinda partai. Walaupun kader tersebut bersama partai lain suda memenangkan Pilkada. Dan itu merupakan arahan langsung dari ketua umum PDIP Megawati Sukarno Putri.

“Contohnya, pilkada Sangihe tahun 2016 lalu, pemenangnya dari partai lain, walaupun sebelumnya kader tersebut adalah kader PDIP,” ungkapnya.

Olly juga menegaskan, sikap PDI Perjuangan kedepan, harus tegas. “Jika ada kader tidak mau mengikuti aturan partai PDIP silakan meninggalkan partai,” tegasnya.(Fly)

You must be logged in to post a comment Login