Tanam Padi Bersama, Danrem Apresiasi Pertanian Mitra

Filed under: Berita Utama,Mitra |
20180208141143_IMG_6663
Bupati James Sumendap SH, bersama Danrem Brigjend TNI Joseph Robert Giri didampingi Kepala Dinas Pertanian, melakukan penanaman padi padi perda di persawahan Desa Molompar Dua atas, Kecamatan Tombatu Timur. (foto ist)
 

RATAHAN – Usai melakukan penandatangan prasasti peresmian Resting Area di kawasan Gunung Potong, Bupati James Sumendap SH bersama Danrem 131 Santiago Brigjend TNI Joseph Robert Giri, SIP, MSI didampingi Kasrem Kolonel Inf. Endro Satoto, Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Jubert Nixon Purnama STh bersama sejumlah perwira TNI, melakukan penanaman padi perdana di lokasi cetak sawah baru, Desa Molompar Dua Atas, Kecamatan Tombatu Timur, Jumat (8/2/2018).
Bupati dalam kegiatan tersebut menyampaikan terimakasih serta apresiasi kepada pihak TNI, yang sudah turut serta menunjang pendapatan ekonomi masyarakat Minahasa Tenggara, melalui cetak sawah baru. “Dan hari ini telah terlaksana cetak swah bari langsung ditanam padi perdana,” kata Sumendap.
Menurut Bupati, untuk Minahasa Tenggara dari target 100 ha cetak sawah baru, dimana telah terealisasi 101,5 ha dan ini telah melampaui target.
“Saya berharap kegiatan ini bukan sekedar seremonial belaka. Namun dapat dimanfaatkan demi meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Sumendap sembari menambahkan pemerintah tahun sampai tahun depan akan selesai mengaspal akses jalan di lokasi ini.
Sementara, arahan Danrem, di Minahasa Tenggara ini sangat luar biasa. Sebab lahan pertanian disini cukup menjanjikan untuk menunjang perekonomian masyarakat. “Saya juga berterima kasih kepada bupati, jajaran dan masyarakat bahwa program cetak sawah telah terkaksana dengan baik aman dan lancar. Mudah-mudahan tahun ini dapat juga terlaksana cetak sawah baru 100 ha,” lagi kata Danrem.
Dirinya sangat yakin program cetak sawah baru bisa berhasil dengan baik, asalkan petani juga dapat memanfaatkan lahan dengan baik pula.
“Untuk para kelompok tani/petani  yang akan mengelola hasilnya agar dapat di jual di Bulog jangan diijon ataupun diberikan kepada tengkulak. Sebab petani akan merasa dampaknya kalau diijon ataupun dijual ke tengkulak,” sarannya.
Kiranya, kata Danrem, lewat program ini petani khususnya di Minahasa Tenggara akan lebih sejahtera dan makmur. Sebab nantinya lahan yang sudah ditanami pasti akan menghasilkan. Dan hasilnya tersebut bisa didagangkan masyarakat, sesuai dengan harga pasar yang tentunya tidak merugikan usaha petani.
Danrem juga salut kepada Bupati yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut bahkan turut memotivasi masyarakat untuk lebih maju dalam segi agraria.
“Demikian juga semua pihak yang terlibat mendukung program ini, saya ucapkan terimakasih,” tambah jendral berpangkat satu bintang ini. (noldy)

 

You must be logged in to post a comment Login