Pantau Korban Banjir, Sumendap Ingatkan Masyarakat Jaga Kelestarian Alam Demi Anak Cucu

Filed under: Berita Utama,Mitra |
FB_IMG_1518306325228
 Bupati James Sumendap bersama jajarannya saat memantau korban banjir di Kecamatan Tombatu. Belum lama ini.
                                      (insert foto ist)

TOMBATU – Cuaca ekstrim yang terjadi di seluruh wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) juga turut berimbas di Kabupaten Minahasa Tenggara. Pasalnya, hujan yang terus menerus sehingga sebagian pemukiman warga serta persawahan di Kecamatan Tombatu, terendam banjir, Jumat (8/2/2018). Penyebabnya, lantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Tilawat dan Sisim, tak dapat membendung volume air.
 Mendapat informasi, meskipun ditengah-tengah kesibukan dan egenda penting-lainnya, Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap bersama jajaran langsung turun di lokasi kejadian. Bukan hanya memantau, namun bersama jajaran dibantu warga langsung bergerak cepat membendung debit air yang meluap yang diperkirakan naik setinggi 2 meter, dengan membuat tanggul darurat.
Selang beberapa saat kemudian, volume air berkurang karena sudah dapat diatasi.
Sumendap sapaan akrabnya saat itu juga, langsung mengadakan rapat singkat bersama jajaran bertempat di kediamannya di Tombatu Tiga, Kecamatan Tombatu Utara. Kemduian, dirinya langsung menginstruksikan para jajarannya untuk siaga bencana serta membantu warga yang terkena musibah bencana.
 “Dari Manado meskipun ada agenda penting, namun pak Bupati langsung menuju lokasi kejadian banjir dan membantu warga. Disaat itu juga para jajaran langsung diinstruksikan untuk siaga dan membantu korban terkena bencana,” kata Meldy warga setempat.
Disela-sela penaganan banjir, Sumendap berpesan jangan lah saling menyalahkan. Akan tetapi, sambung Bupati, marilah secara bersama-sama mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Daerah ini kita wariskan untuk anak cucu kita kedepan. Jadi, marilah kita bersama menjaga kelestarian alam, maka alam juga akan memberikan kita kenyamanan tanpa ada bencana,” kata Sumendap mengingatkan.
Lagi dikatakan Sumendap, jika Rakyat dan Pemerintah Bersatu, maka hal apapun akan dengan mudah dapat teratasi.
“Tentunya dengan perkenanan Tuhan sebagai sumber pemberi inspirasi, kekuatan dan anugerah sehingga tidak ada yang tidak dapat diselesaikan,” kunci Sumendap.
 Sementara kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ferry Uway menerangkan bahwa data sementara korban banjir, di Tombatu yakni Desa Tombatu 3 Selatan 75 KK, Desa Tombatu 3 Tengah Sekitar 30 KK dan Desa Tombatu 3 Sekitar 10 KK.
“Kami berupaya membuat posko tanggap darurat bencana dengan memberi bantuan logiastik serta  upaya penanganan kesehatan. Itu kita  nantinya akan bekerjasama dengan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan pastinya,” tambah Uway.
Dirinya berharap cuaca akan terus membaik, sehingga warga tidak kesulitan untuk melakukan aktivitas. “Tapi kami juga akan terus siaga seperti yang diinstruksikan pak Bupati,” tutupnya. (noldy)

 

You must be logged in to post a comment Login