14 Februari Akan Diperingati Sebagai Hari Provinsi Sulut

Filed under: Berita Utama,Pemerintahan |

UPHOTO_20180214_152720Swaramanadonews.com, Manado- Peristiwa heroik yang terjadi di zaman perang mempertahankan Kemerdekaan RI. Peristiwa di mana putra Minahasa membuktikan kalau Indonesia adalah sebuah bangsa yang merdeka dan bisa melakukan perlawanan serta mempertahankan Bendera merah putih tetap berkibar di Bumi Toar dan Lumimuut.
Terkait Hal ini menurut Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (KesbangPol) Daerah Provinsi Sulawesi Utara Mecky Onibala mengatakan telah dilakukan pertemuan dengan segenap tokoh pemuda antara lain Novi Mewengkang Anggota DPRD Sulut Komisi 1yang juga merupakan nara sumber, dan segenap veteran yang bertempat di ruang C.J Rantung Rabu, (14/02/2018) dalam rangka untuk menetapkan hari heroik ini untuk dapat diperingati setiap tahun sebagai hari Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana kegiatan ini dan tadi saya sudah laporkan pada pak Wakil Gubernur tanggal 14 februari akan Diperingati sebagai hari Provinsi Sulawesi Utara dan akan dibuatkan pergub (peraturan gubernur) dan tadi pak Novi di DPR sebagai Ketua Komosi I akan mem-backup hal ini dan kalu boleh ditingkatkan menjadi Perda (Peraturan Daerah)” ujar Onibala pada segenap Wartawan Pos Liputan Pemprov Sulut.

“Karena ternyata nilai-nilai kejuangannya sangat tinggi dan penting sekali untuk diketahui dan menyampaikan hal ini kepada kita-kita sebagai generasi muda untuk mengisi kemerdekaan yang direbut oleh orang-orang minahasa tempo dulu pada tanggal 14 ferbruari tahun 1946″ jelas Onibala.

Untuk diketahui 14 Februari 1946, jam 01.00. Sejumlah tentara KNIL yang setia kepada Republik Indonesia di tangsi militer Teling Manado bangun dari tidur, bergerak menuju lokasi sasaran di dalam tangsi dengan formasi huruf “L”. Mereka melucuti senjata semua pimpinan militer Belanda di tangsi itu dan memasukkannya ke sel sebagai tahanan.

Peristiwa itu berlanjut dengan pengibaran sang saka Merah Putih di tangsi yang terkenal angker karena pasukan yang menempati kompleks milter itu dikenal sebagai pasukan pemberani andalan Belanda. Para pejuang itu merobek warna biru bendera Kerajaan Belanda, menyisakan dwi warna Merah Putih dan mengibarkannya di tangsi itu.

(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login