KPU Tetapkan DPS, 5.453 Warga Mitra Terancam Tak Bisa Menyalurkan Hak Pilih

Filed under: Berita Utama,Mitra |

FB_IMG_1521152186330

RATAHAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Tenggara, sukses melaksanakan pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemuktahiran, selanjutnya ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS), bertempat di ruang rapat KPU, Kamis, kemarin.

Menariknya, rapat pleno yang dipimpin empat komisioner KPU, masing-masing Heltie Vivi Masie, Ivan Rabuka, Jonly Pangemanan serta Fanny Wurangian, mendapati ribuan wajib pilih di daerah ini belum memiliki e-KTP.

“Wajib pilih di Minahasa Tenggara yang belum memiliki e-KTP sekira 5.453. Dimana, perempuan 2.280 dan laki-laki 3.173,” kata Masie.

Adanya ribuan wajib pilih Minahasa Tenggaara, namun belum memiliki e-KTP, diakui Masie menjadi persoalan saat menggunakan hak pilih pada saat pelaksanaan pesta demokrasi nanti. Karena wajib pilih yang belum memiliki e-KTP, lanjut Masie menegaskan, tidak diperkenankan menyalurkan hak konstitusi. Sebab KPU akan mencoret daftar pemilih yang bila sampai hari pelaksanaan tidak memiliki kartu identitas lengkap.

“Solusinya lima ribuan warga yang belum memiliki e-KTP, harus segera melakukan perekaman atau minimal harus ada surat keterangan (Suket) dari instansi terkait. Sehingga nantinya mereka bisa melakukan hak pilih saat pelaksanaan. Sebaliknya, kalau masih saja belum memiliki e-KTP atau Suket, kami pastikan akan menganulir. Sebab pemilihan kali ini, kita mengenal dua kategori yakni DPS dan DPT, karena wajib pilih ketentuannya berdasarkan dari Disdukcapil,” tegas Masie yang membidangi urusan data.

Untuk memastikan pesta demokrasi berjalan dengan baik dan sesuai mekanisme, dirinya menyebutkan, semua warga Mitra yang memiliki e-KTP wajib menyalurkan hak pilihnya nanti.

“Saat ini lima ribuan lebih warga Minahasa Tenggara yang belum memiliki e-KTP masih tercatat sebagai pemilih. Namun, bila sampai hari pelaksanaanya nanti, belum juga memiliki e-KTP atau belum membuat keterangan identitas, mohon maaf sekali lagi, sesuai aturan kami akan coret dari daftar pemilih,” serunya.

Sementara, total secara keseluruhan pleno DPS hasil pemuktahiran berjumlah 81.322 dengan Pemilih laki-laki 42.063 dan perempuam 39.259. Sedangkan untuk pemilih baru hasil pemuktahiran 5.491. Untuk pemilih tidak memenuhi syarat mencapai 8.048.

“Untuk pemilih sebelumnya 81.158, dimana selisihnya bertambah 164 wajib pilih,” ujar Fivi.

Sesudah pleno terbuka ini, beber Masie, akan dilakukan tahapan selanjutnya, yakni penyampaikan DPS ke TPS pada tanggal 17 – 23 Maret. Sedangkan tanggapan masyarakat 24 Maret-2 April dan penilian DPS 3-7 April. Sementara  DPT ditehapkan tanggal 3 -9 April. Hadir dalam pelaksanaan pleno tersebut, Panwas Kabupaten didampingi Panwascam serta PPK. (noldy)

You must be logged in to post a comment Login