Situs Budaya Leluhur Tounsawang Perlu Dilestarikan dan Dijaga

Filed under: Berita Utama,Mitra,Uncategorized |
IMG-20180521-WA0028
Tim Peduli Situs Budaya Tounsawang, Saat Melakukan Pembersihan Rumput Liar, di salah Satu Situs Budaya di Tounsawang. (ist)
TOULUAAN- Puluhan situs budaya Leluhur di Tounsawang, Tombatu, perlu mendapat perhatian serius. Tak hanya pemerintah, namun situs budaya ini juga turut dilestarikan dan dijaga oleh masyarakat.
“Kalau pemerintah dan masyarakat peduli terhadap budaya, dengan membangun dan melestarikan situs budaya yang telah terlantar, maka saya yakin ini suatu saat jadi aset dan dapat mendatangkan devisa bagi Kabupaten Minahasa Tenggara,” kata Ketua LSM Sanggar Budaya Pulau Malesung Ratu Oki Otnie Tamod, akhir pekan kemarin, saat melakukan trip di sejumlah situs budaya peninggalan leluhur Tounsawang dikawasan pegunungan Abur, Desa Ranoketang Atas, Kecamatan Touluaan dan di wilayah Desa Kali Oki, Kecamatan Tombatu.
Diakuinya, dalam menapaki perjalan dalam mencari situs budaya tersebut, memang banyak situs yang tidak terawat. Dan hal ini memicu kami (tim) untuk melakukan pencarian dan membersihkan situsĀ  dari rerumputan yang memagari sudah sekian lama. “Kita bersihkan area situs dan kami kemudian memberikan tanda, agar situs budaya tersebut dapat terlihat jelas,” tuturnya.
Sementara, Sekretaris LSM Sanggar Budaya Pulau Malesung, Ratu Oki, Boni Momomuat menambahkan, lokasi ini baru sebagian kecil perjalanan Investigasi menelusuri situs bersejarah peninggalan leluhur Tounsawang, di Abur, Touluaan-Tombatu yang mulai dilupakan.
Kalau kita telusuri lagi masih ada sekira puluhan situs budaya yang perlu dilestarikan untuk dikembangkan.
“Lokasi-lokasi situs budaya ini kalau kita lestarikan dengan mendirikan monumen, maka bisa jadi pendidikan bagi anak cucu kita. Paling tidak bisa menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah di daerah ini,” ungkap Tonaas Tuama Leos ini.
Dia berharap, kedepan ada perhatian khusus dari pemerintah, baik pemerintah di desa, Kecamatan maupun pemerintah Kabupaten dalam hal ini instansi terkait Baik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan maupun Dinas Pendidikan Mitra.
“Kalau sejumlah situs budaya ini dilestarikan, apalagi dikelolah secara profesional oleh daerah, maka dipastikan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis lokal maupun mancanegara untuk berkunjung di daerah ini. Termasuk para arkeologi untuk melakukan penelitian termasuk akademisi,” tuturnya.
Sementara, pemerhati Budaya Jecky Pontoh menambahkan, dari puluhan aset yang sangat langkah ini, sangat perlu untuk dilestarikan.
Sebab, lanjut dia, puluhan situs peninggalan leluhur ini mulai dilupakan dan ditinggalkan oleh generasi muda yang tidak peduli lagi dengan budaya.
“Saatnya kita bangun dan lestarikan situs budaya peninggalan para leluhur ini untuk dijadikan Devisa bagi daerah, karena ini bila dikelola dengan baik, akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah,” ungkapnya.
Pontoh pun menyebut, kalau dibeberapa daerah di Minahasa, seperti Kota Tomohon dan Minahasa Utara, mereka mengalokasikan anggaran hingga miliaran rupiah demi melestarikan budaya termasuk situs budaya peninggalan leluhur.
“Kalau ini menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, pasti situs budaya inu juga akan menjadi kebanggaan bersama. Paling tidak daerah kita punya situs budaya yang lebih hebat dari Bali bila kita kembangkan secara profesional,” pungkas Jecky. (noldy)

You must be logged in to post a comment Login