Diduga Flu Burung, Ratusan Ayam Mati Mendadak

Filed under: Berita Utama,General News,Kesehatan,Mitra |

Flu-Burung-H7N9

 

Para tenaga kesehatan sedang  memeriksa  dua ekor ayam, untuk memastikan terkena positiv terkena virus H5N1 atau negativ. (foto ist)

RATAHAN – Baru-baru ini ratusan ayam mati mendadak di tiga desa di Kecamatan Belang, yakni Desa Tababo, Desa Tababo Selatan dan Desa Beringin, Kuat dugaan kejadian ini disebabkan virus H5N1 atau Flu burung.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir Elly Sangian, tak menampik akan kejadian itu. Hanya saja dia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak terkait, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Setelah ada informasi warga ratusan ayam mati mendadak, kami langsung turun lapangan dan mendapati di Desa Tababo dan Tababo Selatan jumlah ayam mati mendadak 377 ekor, Bebek 273 ekor. Kemudian kejadian yang sama juga di Desa Beringin, 113 ekor Ayam, dan Bebek 25 ekor mati mendadak. Dengan kejadian ini, kami mengimbau kepada masyarakat agar dapat melaporkan kepada pemerintah setempat, jika ada kejadian hewan mati mendadak di wilayahnya,” beber Sangian, Selasa, kemarin.

Menurut Sangian, pihaknya memang belum memastikan penyebab mati mendadak ratusan bangsa unggas tersebut. Namun kuat dugaaan itu flu burung atau H5N1.

“Kuat dugaan disebabkan flu burung. Namun kita juga masih menunggu hasil lab dari makasar,” tutur mantan asisten 3 Pemkab Mitra.

Senada dikatakan kepala Bidang Peternakan, Donald Lumingkewas, memang kuat dugaan kalau hewan mati mendadak tersebut disebapkan oleh virus H5N1 atau bisa saja virus baru H7N9, yang domainnya sama dengan flu burung.

“Hasil pemeriksaan di laboratorium masih berproses di Makasar . Untuk saat ini, langkah sosialisasi dan penyemprotan desinfektan, kami lakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut ,” terangnya.

Lumengkewas mengimbau kepada masyarakat untuk sementara, tidak memasok unggas dari luar daerah.

“Saya harap masyarakat yang ada di Minahasa Tenggara jangan dulu membeli unggas dari luar daerah. Karena bisa saja sudah terbawa virus,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Mitra, dr Helmy Ratuliu juga menghimbau kepada masyarakat untuk erhati-hati ketika membeli ayam dari luar. Ataupun kalau ada kejadian u ggas mati mendadak langsung dilaporkan ke dinas terkait. Kejadian ini, tambah Ratuliu, kami akan koordinasikan selalu dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, agar supaya kita selalu siaga dan melakukan upaya-upaya pencegahan, agar virus tersebut tidak berpindah ke manusia.

“Masyarakat jangan panik dengan kejadian ini, tetap jaga kebersihan lingkungan sekitar, jaga kesehatan tubuh agar penyakit tak mudah bersarang. Kami juga selalu siaga dalam hal ini,” tukasnya. (noldy)

You must be logged in to post a comment Login