Tim Evaluasi Perkembangan Desa Dan Kelurahan Tinjau Langsung Lokasi Desa Kanonang Dalam Lomba Hatinya PKK

Filed under: Minahasa |

IMG-20180604-WA0042Minahasa:Swaramanadonews.com: Penilaian Evaluasi Perkembangan Desa / Kelurahan dirangkaikan dengan Penilaian Lomba dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Prov Sulut di Kabupaten Minahasa tahun 2018 dilaksanakan di Desa Kanonang Lima Kec Kawangkoan Barat, Senin 4 Juni 2018.

Kegiatan ini langsung Dihadiri Ketua Tim Penilai Drs Ferdinand Singal MSi bersama para tim penilai evaluasi Prov Sulut lainnya sekaligus melihat berbagai persiapan untuk di ikut sertakannya pemenang di Ajang Nasional.

 

Turut juga mendampingi Tim Bupati Minahasa yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdakab Minahasa DR Denny Mangala MSi, Kadis PMD Kab Minahasa Djefri Sumendap Sajow SH dan jajaran Dinas PMD Kab Minahasa, Ketua TP PKK Prov Sulut Ir Rita Dondokambey Tamuntuan bersama Ketua TP PKK Kab Minahasa Helly Grace Mewoh Pongoh SE yang untuk selanjutnya meninjau lokasi lainnya serta tugas aktivitas lainnya, mewakili TP PKK Sulut Ibu Ros Patinama Tanos dan rombongan, jajaran pengurus TP PKK Minahasa, Camat Kawangkoan Barat Heitmy Moniung SH bersama jajarannya, Kapolsek Kawangkoan Iptu Darta Daipaha atau yg mewakili, Danramil Kawangkoan Tompaso Agus Koampa diwakili Babinsa, TP PKK Kecamatan dan desa, Hukum Tua se kec Kawangkoan Barat, Hukum Tua Desa Kanonang Lima Dekie Lumintang bersama Ketua TP PKK Desa Ibu Betty Lumintang Pinatik, Ketua BPD Novie Sondakh, Ketua LPM Drs Ronny Sondakh, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa.

Acara ini cecara seremoni diawali dengan Ucapan Selamat Datang oleh Ketua BPD Novy Sondakh, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Desaku yang kucinta, dan mars PKK oleh semua hadirin, serta dilanjutkan dengan Laporan Kadis PMD Kab Minahasa Djefri S Sajow SH, tentang perkembangan desa secara umum termasuk pemanfaatan dana desa oleh Hukum Tua Dekie Lumintang yang dilanjutkan dengan penyerahan dokumen kepada Ketua Tim Penilai.

Sementara Bupati Minahasa dalam sambutannya yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa DR Denny Mangala MSi menyampaikan bahwa etos kerja, gotong royong, motivasi dan SDM di Desa Kanonang menjadi hal yang penting dalam menunjang penilaian perlombaan desa ini.

“Gotong royong antara bapak ibu seperti contoh dalam membuat atau goyang kacang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Karena Gotong royong menjadi nilai revolusi mental juga menjadi salah satu starting point untuk memperoleh nilai yang bagus.

Mangala juga menambahkan Tata terus ini desa, tidak hanya saat menjadi juara atau hanya saat penilaian kemudian sesudah itu menjadi amburadul.tetapi Persiapkan dengan baik agar siapapun yang datang kapanpun mereka akan menilai bahwa desa ini layak menjadi juara tingkat Kab dan menuju tingkat provinsi bahkan berharap akan juara.” Seperti contoh Kanonang Dua menerima hibah dari pemerintah Kab Minahasa 250 juta untuk pembangunan ketika menjadi juara. Hal ini untuk menjadi motivasi bagi desa-desa lain atau kecamatan lain untuk mempersiapkan desa bergantian mengikuti perlombaan.  Di Kanonang kami melihat bahwa hampir semua rumah ada sarjana, membuktikan bahwa masyarakat dengan berbagai penghasilan dari petani dan lainnya tetapi sangat peduli dengan mempersiapkan SDM deng pendidikan sekolah dan perguruan tinggi.

Bukit Kasih di Kanonang  menjadi salah satu objek wisata yang juga diperhatikan bapak gubernur sulut untuk nantinya dijadikan destinasi wisatawan ketika oleh perjuangan Gubernur membuka jalur mancanegara dari bandara SamRat. Kedepan marilah kita memilih dengan cerdas demi pembangunan di tanah Minahasa 5 tahun kedepan. kata Mangala.

 

Sementara Ketua Tim Penilai Drs Ferdinand Singal dalam sambutannya menyampaikan bahwa bapak Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Prov Kab Kota untuk memanfaatkan dana desa jangan sampai habis semua untuk infrastruktur kemudian kualitasnya tidak baik. Musrenbang adalah kekuatan tertinggi di desa untuk prioritas pembangunan dan kebutuhan desa.

Jaga keamanan dan ketertiban NKRI meskipun memiliki sekitar 714 suku tapi kita adalah Indonesia. Bekerjalah sesuai tupoksi masing-masing dengan maksimal sesuai Permendagri 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa kelurahan.

Masalah kemasyarakatan APBDes terkadang masyarakat berpikir itu adalah proyek padahal prinsipnya masyarakat adalah yang terpenting. Boleh buat perdes terkait kebiasaan masyarakat yg harus dijaga. Gotong royong terus dijaga dan dilakukan seperti orang tua dulu yang terus berjibaku dengan jiwa gotong royong. Tetap jaga kebersihan, keindahan, dan ketertiban.(Nat)

You must be logged in to post a comment Login