FKPT Sulut Gelar Seminar Dialog Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat

Filed under: Berita Utama,Pemerintahan |

IMG_20180607_144317Swaramanadonews.com, Manado- Bertempat di Hotel Aryaduta Manado Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Sulut Mecky Onibala, Kamis (07/06/2018).

 

Dondokambey, dalam sambutannya yang di bacakan Onibala pada kesempatan itu mengatakan aksi radikalisme dan terorisme yang terjadi akhir-akhir ini yang mengancam Indonesia termasuk Sulawesi Utara semakin mengharapkan peran dari segenap komponen pembangunan utamanya seluruh masyarakat untuk terus mempererat dan meningkatkan persatuan sekaligus memantapkan tekad dan komitmen untuk menyikapi setiap ancaman secara cerdas bijak dalam menggunakan media sosial.

IMG_20180607_192620

“Dalam upaya menyikapi gerakan radikal dan aksi teror ditengah masyarakat Bumi Nyiur Melambai, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui bagian Humas telah mengeluarkan edaran berisi himbauan dan ajakan kepada Bupati dan walikota agar meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Forkopimda, dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Wilayah masing-masing, mempererat pengawasan dan penjagaan di tempat-tempat umum, meningkatkan peran aktif warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pos keamanan lingkungan (Poskamling), serta mewajibkan tamu yang menginap 1X24 jam di lingkungan masing-masing untuk melapor pada pemerintah setempat” tutur Onibala.

Sementara itu sebelumnya Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme Sulawesi Utara James Clay Tulangouw dalam laporannya menyampaikan terimakasih karena oleh dengan tuntutanannya FKPT Sulut bersama pimpinan dan staf BNPT dapat melaksanakan kegiatan seminar dialog Literasi Digital dalam upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di masyarakat khususnya di provinsi Sulawesi Utara.

“Visi adalah terwujudnya provinsi Sulawesi Utara yang bebas dari terorisme melalui berbagi pendekatan dengan memperhatikan faktor-faktor kearifan lokal untuk menuju masyarakat Sulawesi Utara yang beriman, bertaqwa aman damai berbudaya sejahtera serta berdaya saing global berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 45″ beber Tulangouw pada kesempatan ini.

Tulangouw juga menambahkan untuk dapat terwujudnya visi tersebut perlu ditetapkan misi antara lain Meningkatkan Pemahaman nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, Bhineka tunggal Ika dan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan ini juga didaulat sebagai narasumber pemberi materi dalam kegiatan ini pakar ilmu komunikasi serta menjadi Narsum DR. Max Rembang, yang mengangkat Erah digital dalam prespektif ilmu-ilmu sosial, Letkol Marinir Setyo Pranowo, SH, MM Kasie Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme serta Imam yang merupakan utusan dari Dewan Pers.

(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login