DLH Sulut Lakukan Road to HKAN 2018 di Desa Bohoi Adakan Penanaman 500 Bibit Mangrove

Filed under: Berita Utama,General News,Pemerintahan |

20180805_231458Swaramanadonews.com, Minut- Bertempat di Desa Bohoi Kabupaten Minahasa Utara Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara melakukan Road to KHAN dan melakukan penanaman 500 bibit mangrove dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 yang melibatkan masyarakat Desa Bohoi yang terlebih dahulu menanam Mangrove sebanyak 350 bibit, Sabtu (04/08/2018)

 

Selain Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara kegiatan Konservasi Alam Nasional 2018 ini juga melibatkan pihak Swasta serta instansi teknis lainya seperti Pemkab Miunt, BKSDA, Balai TMN, WCS, PT. PLN Persero Suluttenggo, MSK PT. Daya Dicipta Di desa dan PT. Dimembe Nyiur Agripro

20180805_231623
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Marly Gumalag, kepada Swaramanadonews.com mengatakan penanaman mangrove di Desa Bohoi ini adalah rangkaian Road to HKAN 2018 yang merupakan event tahunan dari kementrian Lingkungan Hidup RI yang harus disukseskan.

“Kami memilih Desa Bohoi karena telah ditetapkan sebagai desa ekowisata karena kondisi lingkungan yang cukup terjaga, seperti 28 hektar mangrove, dengan 8 jenis mangrove di desa ini, yang didominasi oleh Rhizopora apiculata, R. mucronata dan B. gymnorrhiza” Terang Gumalag.
Gumalag juga mengatakan, dengan adanya mangrove dapat Menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi) dan intrusi air laut, peredam gelombang dan badai, penahan lumpur, penangkap sedimen, pengendali banjir,

“Selain kita membangun dam pemecah ombak, salah satu upaya cara alamiah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi adalah menanam pohon di sepanjang garis pantai. Mangrove merupakan jenis tanaman dengan sistem perakaran yang kompleks, rapat, dan lebat, sehingga dapat memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan jadi tanaman ini sangat tepat jika ditanam di pesisir pantai” ujar Gumalag.

Sementara itu Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan DLH Sulut, Danso Ayhuan S.Pi mengatakan, tumbuhan mangrove memiliki akar kuat dan tahan terhadap serangan hama sehingga dapat tumbuh subur di kawasan pesisir. “Bila dibandingkan dengan tanaman sejenis, ini lebih baik termasuk dapat menahan gelombang mencegah abrasi pantai,” katanya.

“Tanaman mangrove ini sangat bermanfaat selain mencegah abrasi tapi berfungsi untuk pengembangan ikan, juga dapat digunakan untuk bahan obat, dan alat kesehatan lainnya” tutur Birokrat muda yang paham dengan masalah lingkungan ini.

(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login