JULIUS Dapati Mertuanya Sudah Tak Bernyawa

Filed under: Berita Utama,Mitra |

IMG-20180815-WA0026

 

Caption Foto : Korban Johan Sualang (76) Tewas Saat Membaka Tempurung Untuk Dijadikan Arang, Dengan Beberapa Bagian Tubuh Mengalami Luka Bakar.

 

RATAHAN TIMUR – Untung tak bisa diraih malang tak dapat ditolak. Demikian yang dialami Johan Sualang (76) warga Desa Wioi Dua, Jaga Dua, pria paroh baya tersebut ditemukan sudah tak bernyawa ditempat pengasapan kelapa dengan sebagian anggota tubuh yang sudah melepuh, Selasa (14/8/2018) di perkebunan Wayaren.

Kronologis kejadian menurut keterangan Kepolisian, awalnya Yulius Timpal (46) yang tak lain adalah menantu korban menyusul korban ke kebun sekira pukul 17:00 untuk mengantar jerigen berisikan air, yang biasa dipakai korban untuk menyiram api pada saat tempurung dibakar untuk dijadikan arang.

Ketika tiba dilokasi (Sabua tempat pembakaran arang tempurung) Timpal mengaku kaget bukan kepalang, lantaran melihat tempat tersebut sudah ludes terbakar.

Ketika dirinya lebih memastikan, Timpal mendapati tubuh mertuanya sudah tak bernyawa terlentang dengan menderita luka bakar dibeberapa bagian tubuh.

Panik melihat keadaan mertua yang terlentang dengan luka bakar, Timpal-pun bergegas pulang ke kampung dan memberitahukan kepada keluarga dan masyarakat Desa Wioi tentang kejadian tersebut. Selanjutnya kluarga dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap korban yang sudah terbujur kaku di perkebunan.

Alhasil, setalah jenazah korban berhasil dievakuasi dibantu pihak kepolisian, korban-pun langsung dibawa ke Puskesmas Ratahan Timur. Oleh medis yang melakukan pemeriksaan, memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban.

“Dalam pemeriksaan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan,” jelas Kepala Puskes Ratim, Julian Kula S.Kep.Ns.

Sementara dari keterangan keluarga korban, bahwa Johan memang menderita hipertensi dan asma. Kapolsek Ratahan, Kompol Samy Pandelaki menambahkan bahwa pihaknya sudah mendatangi serta melakukan olah TKP. Langkah selanjutnya mencari keterangan saksi, menghubungi pihak medis serta melakukan proses lidik penyebab terjadinya kebakaran.

“Pihak korban sudah iklas menerima kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan otopsi,” kunci Pandelaki. (noldy)

You must be logged in to post a comment Login