Rumopa Keluhkan Pemberian Insentif Bagi Tokoh Agama Berdasarkan Kehadiran

Filed under: Berita Utama,General News,Manado |

20180911_091001Swaramanadonews.com, Manado- Pemberian intensif bagi tokoh-tokoh agama kota Manado oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dinilai salah sasaran, karena bila Pemkot Manado memberikan berdasarkan pada keabsahan kehadiran seseorang itu keliru bahkan cenderung tendensius, Hal ini disampaikan Pdt Lucky Rumopa MTh kepada Swaramanadonews.com di Gedung Mapauluse Kantor Gubernur usai pengambilan sumpah dan janji Jabatan kepada 65 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, Senin (10/09/2018)

Rumopa yang juga adalah salah satu pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama)  Propinsi Sulawesi Utara dan Ketua Jemaat GMIM Baitel Batusaiki, ini juga mengatakan bahwa Program Dana Intensif yang diberikan Pemkot Manado itu dinilai ada muatan politis dan itu tidak baik.

“Sebab bila pemberian buat tokoh-tokoh agama berdasarkan kehadiran itu berarti intensif tidak dengan segenap hati dan apresiasi pemerintah terhadap tokoh tokoh agama terkesan bisa pilih-pilih” tutur Rumopa.

“Padahal intensif tokoh-tokoh agama berdasarkan data dan jumlah sehingga penganggarannya didasari keberadaan seorang tokoh agama disuatu tempat” beber Rumopa.

Menurut Rumopa juga bahwa jika pemberian Insentif ini hanya diukur dari hadir tidaknya seseorang itu keliru.

“Menurut hemat kami bantuan intensif buat TOGA tidak diukur keabsahannya pada hadir tidak seseorang mengambil uang tersebut, tapi berdasarkan data. Peranan tokoh tokoh agama dalam membina umat sebenarnya tidak diukur dengan uang, tapi perhatian pemerintah melalui anggaran daerah sebagai bentuk apresiasi kepada TOGA Dalam peran membina masyarakat aman tentram” beber Rumopa.

“Oleh sebab itu pemberian intensif pemkot bagi TOGA dengan mengundang hadir untuk menerima itu sah sah saja tapi itu hanya bersifat serimonial bukan ukuran dapat tidaknya. Ingat intensif buat TOGA jangan dijadikan seperti ASN menerima gaji berdasarkan keabsahan kerjanya” Tambah Rumopa
(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login