Di Minahasa BNPT RI dan FKPT Sulut Gelar Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama Hadapi Radikalisme

Filed under: Berita Utama,General News,Pemerintahan |

IMG-20181012-WA0022Swaramanadonews.com, Tateli- Bertempat di Hotel Mercure Tateli Kabupaten Minahasa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama Dalam Menghadapi Radikalisme, Kamis (11/10/2018).

Dalam sebutannya Ketua FKPT Sulut Jammes C. Tulangouw menyampaikan FKPT Sulut sangat mendukung pemerintah dalam rangka pencegahan terorisme serta mencegah paham-paham radikalisme di Indonesia lebih khususnya di Sulawesi Utara.

“Budaya hidup kearifan lokal lah yang menjaga kerukunan dan kedamaian masyarakat Sulawesi Utara hingga tidak mudah dimasuki paham-paham radikal yang sangat merusak tatanan keadilan ekonomi yang telah ada saat ini, Karena itu FKPT Sulut mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya para Guru-guru Agama dan penyuluh agama untuk terus mengantisipasi paham radikalisme dan teroris serta memberi pemahaman kepada anak didiknya untuk tidak mudah terhasut oleh paham terorisme dan radikalisme ini” beber Tulangouw Mantap.

Pada kesempatan ini juga Tulangouw mengatakan teroris adalah suatu tindakan yang memiliki tujuan politik, Hukum Sosial maupun ekonomi dengan menggunakan tekanan, ancaman, intimidasi atau kekerasan pada masyarakat suatu wilayah, atau sesuatu negara tertentu sebagai pembenaran untuk mencapai tujuannya.

“Pendekatan penanganan terorisme ada 2 cara yaitu pendekatan Hard Approach dan pendekatan soft Approach” tambah Tulangouw.
Sementara itu DR Hj. Andi Intan Dulung. M.Hi Deputi I Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deredikalisasi BNPT RI mengatakan dalam kegiatan ini bahwa ada 3 tugas pokok BNPT RI yaitu: 1. Rumuskan kebijakan penaggulangan Teror, 2. Rumuskan strategi Penanggulangan Teror, 3. Laksanakan Prognas.
“Kewaspadaan terhadap terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh kelompok jaringan teroris bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja sama semua pihak secara bersama-sama, dan aparat harus bersinergi dengan instansi terkait untuk melakukan seleksi bagi setiap orang atau tamu yang datang dari luar daerah” tegas Hj. Andi Intan Dulung.

Kegiatan ini juga dihadiri Dr. Moh Monip dari ICRP yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini serta Bupati Kabupaten Minahasa yang diwakili Kasat Pol PP Minahasa, Meidy Rengkuhan.

(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login