Generasi Muda Harus Siap Hadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

Filed under: Manado |

Artikel oleh Dwisanti Karundeng

Mahasiswa Universitas Katolik De La Salle Manado

Jurusan Akuntansi

Letak wilayah indonesia yang sangat strategis yaitu berada di tengah-tengah jalur pelayaran dan perdagangan internasional membuat Indonesia dapat menjalin hubungan dengan negara lain sehingga akan mendapatkan keuntungan yang dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia. Munculnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang bertujuan untuk membantu pertumbuhan perekonomian dengan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran dari suatu negara, sehingga hal tersebut membuat Indonesia juga harus memperkuat daya saing.

Berdasarkan Proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013 jumlah penduduk Indonesia pada 2018 mencapai 265 juta jiwa, dan untuk populasi yang masuk kategori usia produktif (14-64 tahun) sebanyak 179,13 jiwa. Dengan banyaknya jumlah penduduk dapat memberikan dampak buruk karena akan meningkatkan jumlah pengangguran. Sehingga dibutuhkan generasi muda kreatif dalam membuka peluang usaha.

Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam, budaya dan keragamannya Khususnya di Sulawesi Utara yang terkenal dengan motto “Torang Samua Basudara”, terdapat wisata kuliner, tempat pariwisata yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda dalam membuka peluang usaha berupa UMKM (Usaha Mikro,Kecil dan Menengah)  untuk mengahadapi MEA.

Generasi muda di sulawesi utara dapat memanfaatkan keindahan alam yang ada di sulawesi utara khusunya di daerah-daerah  dengan cara membuka usaha berupa kafe atau tempat rekreasi yang kekinian sehingga selain mendapatkan keuntungan bagi pemilik juga dapat menarik perhatian para wisatawan untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang ada di sulawesi utara.

Wirausahawan muda juga harus bisa memotivasi masyarakat lainnya untuk tergerak menjadi seorang wirausahawan yang memiliki kompeten dan semangat dalam mengembangkan ide-ide kreatif dengan menciptakan produk yang memiliki nilai guna tinggi, sehingga kualitas produk yang diciptakan dapat bersaing dengan negara anggota ASEAN

lainnya dalam menghadapi MEA. Sehigga menjadikan masyarakat yang produktif dan penuh inovatif bukan menjadi masyarakat yang konsumtif.

Dalam mengembangkan UMKM wirausahawan juga dapat melaksanakan kampanye tentang cinta produk dalam negeri, hal ini dapat mendukung para wirausahawan muda serta meningkatkan pendapatan negara. Serta jika penjualan produk asli indonesia meningkat hal tersebut akan memperbanyak jumlah produksi yang pastinya akan membutuhkan sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mengatasi pengangguran.

You must be logged in to post a comment Login