MENGATASI PERBEDAAN PENDAPAT DI LINGKUNGAN SEKITAR

Filed under: General News |

Pinkan ReyDalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari masalah. Kita selalu merasa ada yang kurang ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Konflik, baik intrapersonal, interpersonal maupun konflik sosial merupakan bagian dari masalah yang kita hadapi. Interaksi interpersonal dan sosial paling sering memicu konflik. Kita selalu merasa diri kita sudah sangat dekat dengan seseorang, sehigga kita selalu berpikir bahwa kita sudah memahami setiap sisi dari orang itu. Kesiapan hati untuk menerima kenyataan bahwa hal itu tidak sesuai dengan keinginan membuat kita harus lebih bersabar, karena setiap orang memiliki kepribadian atau pendapat masing-masing.

Masalah yang paling mendasar dalam setiap konflik yang ada ialah perbedaan. Dari perbedaan tersebut akan muncul adanya pertengkaran serta pertentangan yang mengakibatkan munculnya konflik. Setiap masalah perbedaan yang ada tidak bias kita anggap sepele dan tidak bisa juga kita anggap suatu masalah yang sangat berlebihan pula. Kita harus bisa menyikapi setiap masalah dengan menjaga sikap kita serta tutur kata agar setiap apa yang kita lakukan atau katakan tidak akan menimbulkan konflik.

Pertama, Konflik terjadi karena adanya sikap tidak mau menghargai perbedaan serta pendapat atau keputusan seseorang. Kita diciptakan dengan sifat-sifat yang berbeda sehingga dalam menyikapi suatu masalah kita mempunya cara tersendiri dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Kesadaran akan adanya keragaman dan perbedaan ini yang mutlak diperlukan untuk kelangsungan setiap hubungan baik personal maupun interaksi sosial.

Kedua, timbulnya konflik karena sifat egois yang sangat tinggi dan yang hanya ingin pendapatnya didengar orang lain dan tidak mau untuk mendengarkan pendapat orang lain. Dalam pola komunikasi internal keluarga maupun lingkungan sosial, sikap seperti ini banyak kita temukan. Perbedaan pendapat terkadang sering dianggap sebagai ancaman atau sikap tidak menghargai dalam diri seseorang. setiap orang atau pun kelompok sosial memiliki cara yang berbeda dalam upaya untuk menyelesaikan dan mengatasi konflik yang ada.

Ada beberapa cara dalam mengatasi atau mengurangi konflik terhadap perbedaan yang terjadi dalam diri dan pribadi kita masing-masing :

  1. Menghargai dan menghormati setiap kelebihan dan kekurangan (orang tua, pasangan hidup, sahabat atau orang yang tidak kita sukai). Terkadang kekurangan orang lain kita sebut-sebut, hal ini dikarenakan kita tidak ingin ada yang mengetahui kekurangan kita sendiri. Kelebihan orang lain juga terkadang membuat kita menjadi iri, benci dan akhirnya kita membuat diri kita membenci orang tersebut. Setiap kekurangan yang ada pada seseorang itu menjadi masalah mereka sendiri kita tidak punya hak untuk mengahakimi mereka karena kekurangan mereka. Kekurangan adalah sisi ketidaksempurnaan seseorang yang harus kita lengkapi dengan pengertian, serta niat untuk membantu mereka memperbaikinya. Sedangkan kelebihan seseorang merupakan hal yang harus kita syukuri. Berani mengakui kelebihan orang dan menghargainya adalah bagian dari cara kita mensyukuri apa yang sudah diberikan kepada kita. Memang tidak mudah untuk kita dalam merealisasikannya karena butuh keikhlasan untuk melakukannya.

  2. Bersikap dan bertindak bijak terhadap diri kita sendiri dengan mensyukuri setiap apa yang ada dalam diri kita, memanfaatkan kelebihan diri dengan rendah hati dijalan kebaikan dan kebenaran , serta menyadari kekurangan diri dan selalu berupaya memperbaiki diri. Sebaik-baiknya manusia adalah ketika kita tidak hanya sibuk mengutuk kekurangan diri sendiri, tetapi selalu berupaya memperbaiki diri. Banyak dari kita yang menganggap kekurangan diri sendiri dan orang lain sebagai suatu bahan yang harus kita umbar-umbar. Padahal, kekurangan bisa membuat kita dicintai selama kita terus berusaha untuk memperbaikinya dan tidak selalu berharap untuk dikasihani. Menyadari setiap kekurangan diri kita bahwa kita mambutuhkan orang lain untuk berbagi, saling mengisi dan saling melengkapi satu dengan yang lain. 3. Melunakkan hati dan memaafkan, dua hal ini memerlukan kesabaran dan ketulusan. Konflik terkadang membuat kita merasa selalu tersakiti dan membuat kita selalu ingin mengakhiri sebuah hubungan dengan siapa pun itu. Kesabaran diperlukan agar tidak memancing konflik dengan orang lain. Memaafkan setiap kesalahan orang lain memang tidaklah mudah, semua itu membutuhkan kesabaran, keikhlasan dan pengertian. Terkadang orang melakukan kesalahan tetapi itu bukanlah hal yang memang sengaja untuk dilakukan. Mungkin ada orang lain yang sedang ada masalah dengan kita menganggap kita lah yang membuat salah dan kesalah yang kita buat tidak bisa dimaafkan. Maka dari itu agama menyuruh kita untuk saling memaafkan, selalu mengingat kebaikan orang lain terhadap kita dan melupakan jasa atau kebaikan yang kita perbuat terhadap orang lain agar kita dapat melatih diri dan mengelola amarah kita. Dengan melupakan apa yang sudah kita perbuat terhadap orang lain, kita bisa menghilangkan rasa sakit hati ketika orang tersebut tidak menghargai kebaikan kita. Dengan kita mengingat kebaikan orang lain, kita dapat melunakkan hati kita untuk tidak memendam kebencian. Bagaimana pun kebencian yang kita tanam akan membuat kita semakin angkuh dan keras (merasa diri tak pernah berbuat salah).

Sejatinya, konflik merupakan pembelajaran sikap hidup, pendewasaan berpikir dan pematangan jiwa seseorang. Dengan adanya konflik, kita mengetahui sifat dan karakter seseorang yang mungkin selama ini tertutupi. Konflik juga mendidik kita untuk belajar memahami orang lain, menghargai perbedaan dan mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari yang berbhineka.

Nama : Pingkan K P Rey

Fakultas Ekonomi/Akuntansi

Universitas Katolik De La Salle Manado

You must be logged in to post a comment Login