Strategi Pemerintah dalam Memanfaatkan Teknologi untuk Meningkatkan Pendapatan Pajak, Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Perpajakan dengan Aplikasi Pajak Online e-Filling

Filed under: Ekonomi |

SaraminangSeperti yang kita ketahui bersama, bahwa pajak merupakan sumber pemasukkan terbesar di negara kita. Pajak pula dapat di katakana sebagai sumber utama pendapatan negara. Dengan adanya pendapatan pajak yang maksimal pemerintah dapat menjalankan berbagai macam program yaitu dangn membangun infrastruktur, membiayai program pendidikan, biaya kesehatan, subsidi bahan bakar minyak (BBM), membayar gaji pegawai negeri, dan untuk pembangunan maupun perawatan fasulitas umum. Maka dari itu pajak sangatlah penting bagi negara kita, karena dengan adanya pajak pemerintah dapat melakukan banyak hal untuk masyarakat, dengan tujuan utama yaituuntukmeningkatkankesejahteraanrakyat.

Oleh karena itu, pemerintah selalu berupaya agar dapat memaksimalkan pendapatan negara melalui pajak. Berbagai upaya telah di lakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan pajak di Indonesia. Dengan melakukan berbagai macam program agar masyarakat memiliki kesadaran dan mau untuk membayar pajak. Salah satu program pemerintah dalam upaya memaksimalkan pendapatan pajak, yaitu dengan meningkatkan kualitas pelayanan pajak, agar masyarakat dapat dengan mudah untuk membayar pajak. Dalam upaya peningkatan pelayanan perpajakan bagi wajib pajak, pemeritah memanfaatkan perkembangan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. Salah atu cara pemerintah meningkatan pelayanan perpajakan melalui perkembangan teknologi,yaitu dengan penerapan aplikasi pajak online e-filling.

Perkembangan administrasi perpajakan dengan menggunakan e-filling di harapkandapatmempermudahwajibpajakuntukpenyampaianSPT,denganartianpara

wajib pajak tidak lagi harus lama menunggu antrian jika akan menyampaikan SPT di Kantor Pelayanan Pajak terdekat. Dengan adanya e-filling wajib pajak dapat dengan mudah untuk melaksanakan kewajibannya.

Apaitue-filling?

e-filling yaitu metode yang di gunakan untuk melaporkan pajak dengan berbasis online dan real time. Dengan metode ini, para wajib pajak dapat dengan mudah menyampaian SPT dengan tepat dan cepat. Selain menghemat waktu dengan adanya efilling ini juga para wajib pajak dapat menyampaikan SPT dari mana saja melalui internet dan mengurangi resiko keterlambatan dalam penyampaian SPT. Cara penyampaian e-filling yaitu dengan mengakses aplikasi resmi yang telah di tentukan oleh Dirjen Pajak yaitu aplikasi DJP Online dan Online Pajak. Dengan adanya aplikasi ini pemerintah berharap wajib pajak dapat melakukan penyampaian SPT dengan mudah dengan memanfaatkan internet.

e-filling telah disahkan oleh Direktorat Jendral Pajak, yang bertujuan untuk mempermudah wajib pajak dalam mengurus administrasi perpajakannya. Peraturan pemerintah mengenaie-fillingya itu derdapat dalam Peraturan Menteri Keuangan(PMK) Nomor9/PMK.03/2018tentangperubahanatasPMKnomor243/PMK.03/2014tentang Surat Pemberitahuan (SPT), yang berlaku sejak 1 April 2018. Dalam peraturan ini wajib pajak badan di wajibkan untuk melakukan pelaporan pajak online untuk: SPT Masa PPh Pasal 21/Pasal 26, Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah / PPN dan PPnBM. Selain itu, pemerintah kini menghapus kewajiban pelaporan untuk : PPh Pasal 21 nihil (kecuali untuk masa pajak Desember), PPh Pasal 25 nihil, PPN nihil (tidak ada transaksi).

Dari peraturan tersebut pemerintah berharap wajib pajak dapat melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21/Pasal 26, PPN dan PPnBM melalui e – Filin g, yang berguna untuk mendukung program pemerintah, untuk mempermudah pemerintah dalam proses perekaman data dalam basis data DJP dan juga untuk mempermudah wajib pajak

dalam menyampaikan SPT. Serta, dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak tepat waktu. Yang tentunya dapat meningkatkan dan mengoptimalkan pendapatan pajak negara.

Penulis : Maria Marselina Saraminang

Jurusan : Akuntansi

Fakultas : Ekonomi

Universitas : Unika DeLa Salle Manado

You must be logged in to post a comment Login