Ngantung: Kita Harus Buat Koprasi Yang Dikorporasikan

Filed under: Berita Utama,General News,Pemerintahan |

IMG-20181206-WA0051Swaramanadonews.com, Manado- Bertempat di ruang rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara dilakukan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (POKJA) Pangan, Industri Pertanian Dan Kehutanan Komite Ekonomi Dan Industri Nasional (KEIN) soal Pengembangan Industrialisasi Pertanian Dan Kehutanan (Aren Dan Kelapa) di Sulawesi Utara.

Ketua Tim KEIN, DR Benny Pasaribu, yang ditemui Swaramanadonews.com, Kamis (06/12/2018), usai pelaksanaan rakor ini mengatakan bahwa telah melakukan kunjungan di beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Manado dan menyatakan bahwa harga bahan pokok yang ada di pasaran relatif stabil kecuali ada kenaikan untuk Bawang Merah, Rica dan daging ayam.

“Saya yakin bahwa stok sebenarnya cukup banyak, cuman ada yang sengaja menyimpannya, karena itu hal ini perlu diwaspadai, untuk menghadapi Perayaan Hari Natal dan tahun baru harus diwaspadai jangan sampai hal ini memang sengaja ditahan oknum-oknum tidak bertanggung jawab” Ujar Pasaribu.

Terkait adanya penimbunan Sembako menurut Pasaribu, bahwa hal ini tugas dari pemerintah daerah dan satgas Pangan serta Kepolisian untuk menindaklanjuti hal ini, jangan menunggu sampai harga Sembako sudah tinggi dan terjadi gejolak pada masyarakat.

Pasaribu juga menyampaikan maksud kunjungan ke Sulawesi Utara agar produk unggulan yang ada di Sulut dapat ditangani dari hulu sampai hilir Hilirisasi Industrialisasi. “Kita bersepakat untuk komoditas unggulan yang ada di Sulut seperti Kelapa, Cengkeh, dan Pala merupakan komoditas pangan unggulan yang memiliki keterlibatan masyarakat cukup banyak, karena itu kita sarankan agar Pemerintah dapat menanganinya dari Hulu sampai ke Hilir Industrialisasinya” tutur Pasaribu.

“Ternyata harga Kelapa ini masih ditentukan dari Rotterdam (Belanda-Reed) kenapa? Karena Industrialisasinya adanya di beberapa Negara di Eropa, seharusnya kita produksi bahan baku untuk Industrialisasinya harus juga ada di Sulut karena itu industri yang ada di Sulut ini harus terus didorong dikembangkan” Terang Pasaribu

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngantung pada kesempatan ini mengatakan bahwa perhatian Pemprov Sulut untuk komoditas pangan ini dinilai luar biasa dengan berbagai terobosan yang di lakukan OD-SK.

“Kunci keberhasilan untuk komoditi pertanian seperti kelapa dan komoditas andalan Sulut lainnya yaitu kita harus membentuk Koperasi dan di Koporasikan” ujar Ngantung.

Ngantung juga menambahkan diharapkan nantinya setiap Komoditas Partanian unggulan yang ada di Sulut dapat memiliki masing-masing korporasi agar dalam mengatur ritme pasar yang ada.

“Kedepannya diharapkan Kelapa membuat korporasi, Cengkeh buat korporasi dan Pala membuat Korporasi karena yang nantinya mengatur pasar itu adalah korporasi itu sendiri karena nantinya industri akan mencari kebutuhan bahan bakunya pada korporasi itu sendiri” jelas Ngantung.

(Elvis)

You must be logged in to post a comment Login