DPRD SULUT Laksanakan Reses III Tahun 2018

Filed under: Advetorial |

Sulut.SMNC – Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sulawesi Utara  sepanjang minggu ini di bulan Desember 2018 turun lapangan menemui  langsung konstituennya untuk melaksanakan Reses III guna menyerap aspirasi masyarakat Sulawesi Utara.

FerdinandDari jadwal yang ada di ketahui Ferdinan Mangumbahang ST melaksanakan reses di Kepuauan Sangihe Kecamatan Tabukan Utara desa Naha, Wenny Lumentut mengunjungi langsung konstituennya di Kayawu Kota Tomohon dan ketua DPRD Andrei Angouw turun reses di Tingkulu, Kelurahan Bumi Nyiur di Kecamatan Wanea, Kota Manado.

Banyak aspirasi telah di serap oleh wakil rakyat untuk dapat di koordinasi dan ditindak lanjuti ke instansi terkait, seperti hasil reses Ferdinand Mangumbahang St dimana warga meminta untuk mencari solusi mengenai harga kopra yang turun, serta sejumlah aspirasi terangkat pada reses yang dilaksanakan di desa Naha, kecamatan Tabukan Utara, kabupaten kepulauan Sangihe, Rabu (5/12/2018) malam.

Aspirasi lainnya, bantuan ternak sapi dan kambing, pupuk dan bibit, bantuan ke gereja-gereja, modal berjualan di pasar, mempekerjakan lulusan sekolah dan perguruan tinggi di rumah sakit Pratama.

Terkait aspirasi reses tersebut, Ferdinand Mangumbahang meminta kepada kelompok tani dan nelayan memasukkan proposal.

“Buat permohonan bantuan modal kerja berusaha atau berjualan di pasar,” jelas Mangumbahang.

Ferdinand Mangumbahang akan melakukan pengecekan pembangunan rumah sakit Pratama untuk memfasilitasi pekerja masyarakat.

“Ajukan proposal bantuan pembuatan perahu mesin. Perluasan lapangan olahraga diusulkan ke Pemkab Sangihe, akan difasilitasi melalui fraksi DPRD. Akan dibantu mesin pemangkas rumput satu buah,” terang Mangumbahang yang ikut menyumbangkan 100 sak semen untuk pembangunan masjid.

Reses dihadiri perangkat pemerintah desa Naha, masyarakat, serta tim pendamping dan monitoring reses.

Wenny Lumentut dalam resesnya menyatakan, selain sebagai Anggota Legislatif juga sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sulut Wenny Lumentut SE, menegaskan walaupun berbeda kendaraan politik tapi dirinya dan Gubernur Olly Dondokambey sejalan dalam mengabdikan diri untuk masyarakat Sulut.

wl resesMenurut Wenny, aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat akan secepatnya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly.

“Walaupun kami beda partai, saya dan pak gubernur punya tujuan yang sama untuk membangun daerah. Jadi apa yang disampaikan oleh masyarakat di sini, akan saya teruskan kepada pemerintah dan saya perjuangkan,” tegas Lumentut, saat melakukan reses III di Desa Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Selasa (04/12) sore.

Reses yang dihadiri sekitar tiga ratusan orang tersebut juga banyak menyerap aspirasi, mulai dari permintaan bantuan hand tracktor, pupuk, bibit tanaman hingga permintaan pembangunan jalan Kayawu -Agotey-Koha dimana jalan tersebut menjadi akses pertanian.

Mewakili masyarakat Jantje Wenas dan Selly Moningka berharap pak Wenny bisa memperjuangkan aspirasi warga.

Dalam kesempatan tersebut juga, Lumentut yang juga merupakan wakil ketua DPRD Sulut memberikan bantuan untuk rumah-rumah ibadah, kegiatan kerohanian serta sosial di kelurahan tersebut.

Wenny meminta agar warga membuat proposal untuk bantuan-bantuan lainnya, “silakan membuat proposal, nanti akan saya sampaikan dan perjuangkan agar bisa dibantu oleh Dinas-dinas terkait, yang tentunya disesuaikan dengan anggaran yang ada.

SemeAndre Angouwntara Ketua Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Sulawesi Utara Andrei Angouw turun reses di Tingkulu, Kelurahan Bumi Nyiur di Kecamatan Wanea, Kota Manado Minggu (2/12/2018).Tak tanggung – tanggung Angouw memanfaatkan waktu masa reses III tahun 2018, turun langsung menyambangi konstituen di Lingkungan 5, sekitaran Gereja Adulam Tingkulu.

Di kenal sebagai kawasan rawan banjir dan genangan air, Kelurahan Bumi Nyiur di Kecamatan Wanea, Kota Manado, memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Hal ini dikatakan salah satu warga saat  ketua DPRD Sulut Andrei Angouw melaksanakan reses III di daerah Tingkulu. Menurut warga aggaran untuk pembangunan jalan tersebut sudah ada, namun saaat ini fisiknya belum juga terealisasi. Akibatnya jalan tersebut sering macet. Selain pembangunan jelan Maengket, warga juga meminta agar dibuatkan saluran air yang baru, karena saluran yang ada sekaran telah terimbun material tanah.

Hendrik Tompulu, mewakili warga, menyampaikan terima-kasih kepada pemerintah yang telah membangun jembatan. Meski demikian warga menyampaikan aspirasi untuk pengerukan saluran air.

“PemAA 1bangunan jembatan perlu ditingkatkan, karena saluran air yg ada sekarang sudah tertutup oleh tanah hasil kerukan, akibatnya saluran air yang lebarnya 2 meter sudah tertutup tanah sehingga bajir sering terjadi,” ungkap warga.

Menanggapi permasalahan tersebut, politisi partai PDI-Perjuangan berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memecahkan permasalahan yang ada ditengah warga, Menerima aspirasi tersebut, Andrei Angouw menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemkot Manado yang memiliki kewenangan. “Tentu setiap pembangunan infrastruktur berdasarkan kewenangan berbeda, Soal drainase itu menjadi kewenangan pemerintah kota, ditampung nanti saya sampaikan,” tandas Angouw pada reses yang dihadiri ratusan konstituen. “Aten’s”

You must be logged in to post a comment Login