KPU Bolmong

“Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Manado”

Filed under: Ekonomi |

FirlySeiring dengan disahkan Undang-Undang Otonomi Daerah Tahun 2004, pemerintah daerah mempunyai fungsi untuk mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya. Otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah membawa paradigma baru dalam penyelengaraan pemerintahan di daerah serta dalam hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Otonomi daerah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi daerah untuk mengoptimalkan segala potensi terbaiknya, karena setiap daerah pasti memiliki satu atau beberapa keunggulan tertentu.

Penyelenggaraan pemerintah dalam pembangunan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberdayakan masyarakat untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Pembangunan ekonomi dilakukan dengan pemberdayaan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena UMKM merupakan salah satu pengerak bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang memiliki kontribusi dalam menciptakan tenaga kerja dan sumber pendapatan bagi masyarakat.

Kehadiran UMKM dapat meningkatkan pemerataan pendapatan bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan sektor UMKM dapat melibatkan banyak orang dengan beragam usaha. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi di daerah untuk mengurangi angka pengangguran. Pemerintah daerah harus memberikan perhatian bagi tumbuh dan kembangnya lapangan usaha. Pemerintah daerah harus memberikan kontribusi yang nyata bagi UMKM dalam mempertahankan produk yang ada  pada saat banyak serbuan produk impor yang masuk dipasaran dalam negeri. Pemberdayaan merupakan salah satu tugas pemerintah untuk mengangkat serta memberikan dukungan kepada masyarakat secara nyata agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam masyarakat itu sendiri.

Berdasarkan data perkembangan industri, perdagangan dan beragam usaha di Sulawesi Utara, terlihat bahwa dari tingginya jumlah pengusaha kecil, maka industri pertanian memiliki jumlah terbesar dibandingkan dengan industri non pertanian seperti perdagangan, dan berbagai usaha, dan dilihat dari jumlah penyerapan tenaga kerja maka sektor beragam usaha dan perdagangan yang paling banyak memerlukan tenaga kerja. Penggerak ekonomi UKM daerah lain di Provinsi Sulawesi Utara yaitu pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang industri seperti minyak kelapa, minyak cengkih, alkohol teknis, pengasapan ikan, kerajinan anyaman, genteng. Sedangkan, dengan UKM di bidang industri yang berorientasi ekspor seperti industri kulit ikan pari, meubel kayu rotan, keramik, gerabah, pangan, arang tempurung dll. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar North Sulawesi Tourism, Trade, and Investment (NSTTI) expo. Kegiatan tahunan ini berlangsung di Manado Town Square (Mantos). Kegiatan tersebut menampilkan dan memromosikan produk perindustrian, pariwisata, perdagangan dan UMKM perbankan, perhotelan, investasi dan kegiatan dunia usaha lainnya di Sulawesi Utara. Peserta expo ini, umumnya berasal dari Sulut. Mereka berasal dari berbagai kalangan usaha yang berkembang di Manado, serta beberapa daerah di kabupaten/kota di Sulut. Selain itu, ada beberapa peserta pula yang berasal dari luar Sulut, seperti Sulawesi Selatan (Sulsel), Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan diadakannya kegiatan promosi UMKM tersebut, nantinya dapat mengembangkan terutama menumbuhkan minat dan membangun sektor UMKM di Kota Manado.

Pusat perbelanjaan di Kota Manado mulanya berpusat di seputar Taman Kesatuan Bangsa (TKB) atau “Pasar 45”. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Kota Manado, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, industri properti dan retail di Manado berkembang pesat. Bermula dari pembangunan pantai kurang lebih 10 tahun, dibangun setelah jalan tepi pantai atau boulevard telah diresmikan dan dinamai Jalan Piere Tendean atau yang lebih dikenal dengan Boulevard Manado. Setelah pembangunan pantai selesai di bangunlah proyek raksasa dengan dibukanya pusat-pusat perbelanjaan modern baru yaitu Mega Mall Manado, IT Center, Manado Town Square, Blue Banter City Walk, Mega Trade Center dan Bahu Mall.

Di sepanjang jalan Piere Tendean terdapat banyak hotel berbintang, restoran dan cafe yang menyediakan beraneka ragam makanan. Pusat cinderamata khas manado dapat ditemukan di Jalan B.W. Lapian. Terdapat beberapa toko souvenir yang menjual makanan, busana, kerajinan tangan khas Manado/Sulawesi Utara. Tidak heran mengapa Kota Manado sendiri memiliki perkembangan ekonomi yang sangat pesat dari tahun ke tahun dilihat dari pemberdayaan UMKM nya.

Penulis  : Firly Nahdya Badrun
Fakultas Ekonomi/Akuntansi
Universitas Katolik De La Salle

You must be logged in to post a comment Login