Tahun 2018 Katjili, Sukses Dorong Dinas PMPTSP Sulut Bukukan Nilai Investasi 14 Triliun

Filed under: Berita Utama,General News,Pemerintahan |

IMG_20190208_132558Swaramanadonews.com, Manado- Memasuki tiga tahun menakhodai Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), namun Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) sudah mencetak keberhasilan di berbagai bidang.

Di bidang investasi juga tak mau kalah. Tidak tanggung-tanggung, berkat bimbingan dan tuntunan OD-SK nilai investasi yang masuk ke Provinsi Sulut untuk tahun 2018 senilai Rp14 triliun.

Total investasi tersebut jauh dari target yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat yakni Rp6,7 triliun. Sementara target RPJMD hanya Rp2,5 triliun.

Capaian tersebut merupakan rekor tertinggi selama adanya investor yang hadir di Sulut, baik penanaman modal dari luar maupun dalam negeri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulut Henry Kaitjily mengatakan capaian tersebut merupakan kebanggaan daerah. Karena investor dari dalam dan luar negeri ingin menanamkan modalnya di Bumi Nyiur Melambai.

“Kalau tak ada bimbingan dari pak gubernur dan pak wagub tak akan tembus seperti ini,” kata Kaitjily, Rabu (6/2/2019).

Ia menuturkan capaian tersebut seharusnya akan lebih banyak lagi.

“Sebenarnya bisa sampai Rp20 triliun. Tapi sayangnya masih banyak yang belum melapor,” ujarnya.

Birokrat yang sudah melalang buana di luar negeri ini membeberkan nilai investasi tahun 2018 paling banyak didominasi oleh investasi lokal atau dari dalam negeri.

“Sektor pertambangan paling tinggi, diikuti sektor transportasi, pembangunan jalan seperti Jasamarga. Selanjutnya ada telekomunikasi,” ungkap Kaitjily.

Ia menambahkan yang ikut memiliki andil untuk investasi dari dalam negeri adalah dari sektor energi.

“PLN membangun gardu-gardu baru dari Minsel (Minahasa Selatan) sampai Bitung. Kemudian ada perhotelan dan galian C, dalam hal ini yang dimaksud adalah non logam,” ungkapnya.

Selain atas bimbingan OD-SK, investasi yang meningkat drastis dikarenakan adanya peningkatan dari sisi perizinan.

“Tahun 2018 ada 1.530 berhasil mendapat izin. Terjadi peningkatan dari tahun lalu 1.467 perizinan,” ungkapnya.

Kaitjily membeberkan kebanyakan perizinan sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni berasal dari sektor perikanan.

“Kami terus membantu masyarakat terutama nelayan,” sambungnya.

Ia meyakini di tahun ini akan lebih tinggi lagi dari tahun sebelumnya terkait perizinan.

“Kedepan harus ada peningkatan jumlah pelayanan. Torang akan turun ke lapangan. Ini menjadi program unggulan, kami akan datang di tiga tempat berbeda, yakni Bitung, Amurang dan Belang,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan Kaitjily untuk melihat secara langsung situasi dan keadaan di lapangan.

“Kami akan melayani pelayanan perikanan, galian C dan perizinan lainnya. Makin banyak merangkul ya pastinya peningkatan perizinan meningkat,” tukasnya.

Kendati telah mendapatkan penghargaan dari berbagai instansi terkait pelayanan publik, tidak membuat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulut merasa puas. Menurut Kaitjily, ia akan berupaya melakukan perubahan agar mendapat nilai positif, baik investor maupun lembaga pengawas yang menilai pelayanan publik.

“Kami masih dan sementara melakukan pembenahan sarana dan prasarana, termasuk kelengkapan SOP, SPM-nya yang disyaratkan sesuai undang-undang. Torang mencoba mengikuti itu sehingga membawa Pemprov Sulut tetap mempertahankan Zona Hijau untuk pelayanan publik yang diberikan Ombudsman pusat dan daerah,” terang Kaitjily.

(Elvis)

Shortlink:

Posted by on 08/02/2019. Filed under Berita Utama, General News, Pemerintahan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login