Gumalag: Sejak Tahun Lalu Gubernur Sudah Mendeklarasikan Pembatasan dan Pengurangan Sampah Plastik di Sulut

Filed under: Berita Utama,General News,Pemerintahan |

IMG_20190315_130848Swaramanadonews.com, Manado- Seperti telah kita ketahui bersama bahwa plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam penanganannya. Pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bukanlah solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini. Peranan para pemulung dalam mengurangi timbunan sampah plastik patut mendapat apresiasi meskipun ini tidak bisa menghilangkan seratus persen sampah plastik yang ada. Perlu adanya manajemen sampah plastik mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan kota yang dikelola oleh pemerintah kota atau daerah setempat.

Berkaitan dengan hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara Ir. Marly Gumalag yang ditemui di Kantornya dan diminta tanggapannya terkait pengurangan sampah plastik di Provinsi Sulut, Jumat (15/03/2019) mengatakan bahwa Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, sejak tanggal 4 April 2018 telah mendeklarasikan Pembatasan dan Pengurangan Sampah Plastik di Sulut sebagai upaya perlindungan masyarakat Sulut dari degradasi lingkungan masalah kesehatan dan dampak negatif yang diakibatkan sampah plastik, sekaligus pelestarian Taman Nasional Bunaken yang merupakan aset daerah yang memiliki potensi Pariwisata serta menyeruhkan seluruh Jajaran Pemprov Sulut untuk menyatakan 3(tiga) hal yaitu :

1. Larangan membuang segala jenis sampah terutama sampah plastik ke badan Air dan Laut

2. Ajakan kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk secara bertahap mengurangi penggunaan dan penjualan plastik sekali pakai

3. Himbauan kepada seluruh masyarakat untuk mengutamakan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

“Himbauan ini sebenarnya sudah lama dikeluarkan bapak Gubernur, dan mengharapkan hal ini terbiasa dilakukan masyarakat bahkan bersamaan dengan itu juga telah dikeluarkan 2 surat edaran yaitu kepada para Bupati dan Walikota serta kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan untuk menindaklanjuti larangan membuang sampah ini” Ujar Gumalag.

“Contoh seperti kami yang ada di Dinas Lingkungan Hidup ini sudah 2 tahun kami tidak lagi menggunakan Air Minum Dalam Kemasan Plastik dan jika kami membuat kegiatan yang kita gunakan adalah Gelas yang sudah menjadi inventaris kantor dan ini merupakan salah satu usaha kita untuk melaksanakan Deklarasi yang sudah diseruhkan Bapak Gubernur” Tambah Mantan Kadis ESDM Sulut ini.

Gumalag juga mengatakan kerinduan dirinya satu waktu akan mendeklarasikan penggunaan Botol tumbler yang merupakan botol minuman yang bisa kita bawa, gunakan dimana saja dan berkali-kali pemakaian.
(ELVIS)

You must be logged in to post a comment Login