Suasana PASKAH di Kota RATAHAN Belum Nampak.

Filed under: Berita Utama,Mitra |

“Saya lebih mengutamakan hati. Karna disitulah terbentuk iman, kasih dan pengharapan pada Tuhan Yesus,” kata Dolvi Sumangando, tokoh pemuda Ratahan. 

IMG_20190320_082240

“Perayaan paskah tak cukup dengan memajang pernak-pernik saja. Intinya adalah iman percaya kita dalam menghayati pengorbanan Yesus Kristus,” ungkap Marty dan Jefry. 

 

RATAHAN – Suasana paskah khususnya di Kota Ratahan belum nampak. Tak seperti tahun kemarin, perayaan Paskah jauh sebelumnya sudah mempersiapkan dengan adanya pernak-pernik Paskah.
Terpantau, perayaan paskah di tahun ini tidak seramai tahun kemarin. Biasanya sudah ada jemaat atau kolom yang melombakan pondok bahkan hiasan paskah. Namun kali ini sunyi. Yang ada hanya ramai dengan iklan para Caleg yang terpasang berjejer di sepanjang jalan maupun halaman rumah warga.
“Hiasan paskah belum ada. Padahal ini sudah memasuki minggu-minggu sengsara. Biasanya saat seperti ini sudah ramai dengan pernak-pernik paskah baik dijalan ataupun di pekarangan warga. Misalnya memasang simbol salib ataupun simbol paskah lainnya,” kata Marti Walintukan warga Ratahan.
Senada dengan Walintukan, Jefry Pangerapan warga yang sama juga mengaku belum merasakan suasana paskah. Meski disadarinya, saat ini adalah moment persiapan pelaksanaan paskah.
“Saya pribadi ingin suasana paskah tetap seperti dulu. Dengan adanya simbol pernak-pernik yang dibuat dan terlihat ramai,” ujarnya.
Kendati begitu, keduanya berharap perayaan paskah ditahun ini, dirayakan dengan penuh iman. Dalam arti, sebagai orang percaya, kita hayati dan maknai perjalan Tuhan Yesus Kristus yang bisa melewati tantangan begitu berat. Namun kesengsaraa-Nya itu terbayarkan dengan keselamatan umat manusia.
“Meski kita dijaman ini merayakan dengan memperlihatkan simbol-simbol perjalanan kesengsaraan-Nya. Namun kita juga harus sadari bahwa perayaan paskah tak cukup dengan memajang pernak-pernik saja. Intinya adalah iman percaya kita dalam menghayati pengorbanan Yesus Kristus,” ungkap Walintukan diaminkan Pangerapan.
Sementara Dolfie Sumangando tokoh pemuda Ratahan, mengimani paskah ditahun ini dengan rasaya syukur. Sebab, tanpa kasih Tuhan Yesus, dia percaya tidaklah sampai diposisi seperti saat ini.
“Saya lebih mengutamakan hati. Karna disitulah terbentuk iman, kasih dan pengharapan pada Tuhan Yesus. Saya percaya juga bahwa kita semua yang bernafas, berjalan dan melakukan aktivitas sampai saat ini, itu semua karena kebaikan dan kemurahan Tuhan Yesus,” tambah Sumangando dengan ucapan syukur.  (pat)

 

Shortlink:

Posted by on 20/03/2019. Filed under Berita Utama, Mitra. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login