Membersihkan Situs Budaya “Waruga” Bentuk Pelestarian dari Kelurahan Kakaskasen Tiga

Filed under: Berita Utama,Olah Raga,Tomohon,Uncategorized |

FB_IMG_1553153167582

Pemerintah Kelurahan Kakaskasen Tiga Saat Sedang Membersihkan Waruga. Foto/Lurah Ricky Supit.  Kamis (21/03/2019)

SwaraManadoNews.com||¬†TOMOHON|| Pemerintah Kota Tomohon melalui Jajaran Kelurahan Kakaskasen Tiga dibawah pimpinan Lurah Ricky Supit bersama perangkat kelurahan membersihkan situs budaya “Waruga”. Kamis (21/03/2019), kegiatan ini dilakukan karena disekitar situs tersebut telah di tumbuhi rumput serta banyaknya sampah yang berserakan.

Supit kepada Wartawan SwaraManadoNews.com melalui pesan Massenger, mengatakan Benda cagar budaya merupakan benda peninggalan dari pendahulu atau leluhur dijaman dulu, hal ini memiliki nilai penting karena dapat menunjukkan tingkat peradaban. Oleh karena itu, perlu dilestarikan
agar keberadaannya dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.

FB_IMG_1553153158836

Lurah Kakaskasen Tiga Ricky Supit (ketujuh dari kiri) bersama perangkat kelurahan usai melakukan pembersihan di waruga. Foto//Ricky Supit

 

Dalam rangka melestarikan budaya yang ada di Kota Tomohon dalam hal ini “Waruga” adalah situs budaya sekaligus tempat wisata,maka kami pemerintah Kelurahan Kakaskasen Tiga bertanggung jawab dalam hal melestarikan dan merawat tempat tersebut karena berada di wilayah pemerintahan kami”, Ujarnya

Lanjut Supit, upaya pelestarian yang dilakukan
haruslah berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan bangunan benda cagar budaya sehingga masyarakatlah nanti yang akan lebih berperan

Dijelaskannya, istilah Benda Cagar Budaya (BCB) mulai dipakai sejak tahun 1992, yaitu dengan adanya Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, yang kemudian pada tahun 2010 telah direvisi dengan terbitnya Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya

Budaya memiliki sifat unik
(unique), langka, rapuh, tidak dapat diperbaharui
(nonrenewable), tidak bisa digantikan oleh teknologi dan bahan yang sama, dan penting (signifcant) karena merupakan bukti-bukti aktivitas manusia di masa lampau. Oleh karena itu, dalam penanganannya harus hati-hati dan diusahakan tidak salah yang dapat mengakibatkan kerusakan dan perubahan pada benda. Karena perubahan sekecil apapun dapat mengurangi nilai budaya yang terkandung di dalamnya.Peninggalan benda cagar budaya dapat memberikan gambaran
tentang tingkat-tingkat kemajuan dalam kehidupan sosial ekonomi,religi, dan lain-lain”, Tandas Lurah yang enerjik ini, sembari mengungkapkan kurangnya apresiasi terhadap benda cagar budaya menjadi salah satu faktor semakin tingginya ketidak pedulian masyarakat akan arti penting dari benda-benda cagar budaya tersebut
(adi pontoan)

You must be logged in to post a comment Login