Induk Diperjual Belikan, Nasib Telur Penyu Sisik Tak Selamat

Filed under: Berita Utama,Mitra |

IMG_20190322_090006

 Seekor Penyu Sisik Yang Diselamatkan Pokmwakwas Pacolor Indah, dari Aksi Jual Beli. (foto ist) 

RATAHAN – Seekor penyuh sisik ditemukan oleh kelompok masyarakat pengawas (Pokmakwas) kelautan Pacolor Indah, Desa Bentenan Satu, Kecamatan Pusomaen. Saat itu sudah diperjual belikan oleh nelayan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Minahasa Tenggara, melalui kepala seksi Sumber Daya Perikanan, Tommy Hamel membenarkan terkait hal itu.

“Memang benar penyu sisik yang ditemukan itu sudah sempat diperjual belikan nelayan. Sebenarnya ada dua yang ditangkap nelayan, namun satunya lepas,” kata Hamel, belum lama ini.
Penyuh sisik sebelum ditemukan Pokmakwas, sudah ditawari Rp 300.000 oleh pembeli, sebelum diamankan oleh tim Pokmawas di daerah itu.
“Setelah diamankan, penyuh tersebut langsung dilepaskan lagi,” singkat Hamel.
Kendati induk penyu sisik selamat. Namun menurut Hamel, telur penyuh tidak selamat.

“Karna sudah tidak ada induknya. Telur penyuh yang kemungkinan akan menetas, tak bisa diselamatkan,” ketus mantan wartawan senior ini.
Dengan kejadian tersebut, dirinyapun.

Dia mengingatkan bagi nelayan yang hendak menangkap ikan, agar tidak menangkap penyuh dengan jenis apapun sebab hewan tersebut dilindungi karena tergolong hampir punah.
“Aturan perlindungan hewan langka diperkuat dengan UU Nomor 31 tahun 2004 junto, UU Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, pasal 100 b dan c terkait pelanggaran pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi dapat diancam pidana 1 tahun, dan denda Rp 250.000.000,” jelas Hamel.
Sementara, masyarakat pencinta lingkungan hidup Minahasa Tenggara,menyayangkan aksi masyarakat nelayan yang menangkap penyu lalu memperdagangkan atau mengonsumsinya.
“Tentu ini sangat disayangkan. Ini disebabkan karena masyarakat memang masih kurang kesadaran dan pemahaman terkait menjaga dan melindungi hewan langka dari kepunahan. Apalagi ini sudah masuk diperjualbelikan,” ujarnya.

Belajar dari kejadian ini, Lontaan mengusulkan agar pihak-pihak terkait dapat memberikan pemahaman, ditindaklanuti dengan sosialisasi tentang hewan yang langka dan dilindungi.
“Sebab kalau hanya dibiarkan, hewan yang tergolong langka, seperti penyu sisik, seiring waktu habitatnya akan tinggal cerita bagi generasi kedepan,” tutup Lontaan. (noldy)

You must be logged in to post a comment Login