Motif Pembunuhan Di Pantai Kora Kora Akhirnya Terungkap

Filed under: Berita Heboh |

IMG20190322145037Tondano :Swaramanadonews.com:Misteri Kasus pembunuhan terhadap Santo Antonius Sumampouw (17) warga Kelurahan Tataaran II, Kecamatan Tondano Selatan, yang diduga dilakukan oleh ST alias Tian (18) warga yang sama dibantu temannya AM alias Aldy (18), warga Kelurahan Tataaran Patar, Kecamatan Tondano Selatan,Akhirnya terungkap,bahkan pelaku terancam hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara.

 

“Menurut Kapolres Minahasa Yang Di dampingi Kasat Reskrim lewat jumpa pers Pelaku diancam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pada jumat 22/03/2019 di Mapolres mengatakan bahwa pelaku dapat di ancam hukuman mati, seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Selain itu juga, Pelaku terancam dengan pasal 338 tentang pembunuhan, pasal 55 tentang turut serta melakukan perbuatan serta pasal 56. pelaku sudah mendekam di ruang tahanan Mapolres,” ujar Kapolres Minahasa, AKBP Denny Situmorang, SIK

 

Dari pengakuan pelaku kepada penyidik, Kapolres mengatakan bahwa motif pembunuhan ini adalah dendam. Dimana pelaku tak terima dengan perkataan yang sering dilontarkan korban kepadanya. Dimana korban yang sekelas dengan pelaku di salah satu SMA di Tondano ini, sering menyebut jika pacar dari pelaku adalah perempuan yang tak baik pergaulannya.

 

 

Dendam pelaku pun diakhirinya di Pantai Desa Kombi dengan cara menikam korban sebanyak 13 tusukan, Rabu (13/3) . Namun sebelum mengakhiri hidup korban, sekitar pukul 13.00 Wita pelaku yang sudah membawa sebilah pisau tersimpan dicelananya menjemput korban. Ketika itu Tian bersama pelaku AM alias Aldri dengan menyewa mobil. Dengan maksud menjemput korban menuju ke lokasi kejadian. Namun sebelum melanjutkan perjalanan, ketiganya mampir pada warung di Kelurahan Kampung Jawa Tondano untuk membeli obat Comix, selanjutnya dicampur dengan minuman Fanta dan diteguk pelaku Tian serta Korban.

Masih didalam mobil mendekati lokasi tujuan mereka, antara pelaku Tian dan korban terlibat adu mulut soal ,Nah ketika tiba di pantai, korban meminta pelaku Tian untuk memotretnya dengan Handphone. Setelah itu Tian meminta korban dan pelaku Aldri untuk bersamaan guna diambil gambar olehnya.Saat itu juga pelaku Aldri menggandeng korban dan Tian mengambil satu langkah maju serta langsung mencabut picau yang dibawahnya.

 

Usai mencabut, Tian langsung menikam korban hingga berkali – kali dengan posisi ditahan Aldri.

Melihat korban roboh, kedua pelaku langsung menyeretnya ke bibir pantai. Selanjutnya kedua pelaku langsung beranjak dari lokasi kejadian dan pergi ke Desa Tonsea Lama kepada lelaki Luis Tumengkol. Keduanya mengajak Luis menyetir mobil guna menghantar mereka ke kawasan pasar 45 Manado untuk menjual HP milik korban.

Usai itu ketiganya langsung kembali ke Tondano, namun karena merasa takut lantaran telah membunuh korban. Ketika melewati ruas jalan raya Tinoor, pelaku Aldri membuang pisau yang digunakan membunuh.

 

Korban pun ditemukan warga telah dalam keadaan tewas di kawasan pantai Kora- Kora,  Kecamatan Lembean Timur, Jumat (15/3) lalu.

Kasat Reskrim AKP Muhamad Fadli menambahkan usai mendapati laporan dan melihat kondisi jasad korban, polisi langsung melakukan otopsi. Hasilnya di tubuh korban didapati 13 luka tusukan dengan benda tajam.

Seketika itu juga polisi langsung melakukan penulusuran atas peristiwa tersebut. Setelah mengantongi identitas para pelaku, polisi pun langsung melakukan pengejaran.

Rabu (20/3) sekitar pukul 10.00 Wita pelaku Aldri berhasil diamankan polisi. Selanjutnya polisi menangkap pelaku Tian di Kota Tomohon dan membawa keduanya ke Mapolres Minahasa.

Kasat juga mengatakan ketika mengamankan pelaku AM alias Aldy pada Rabu (20/3) sekitar pukul 10.00 Wita, tidak ada penembakan. “Waktu mengamankan pelaku Aldri, tidak ada tembakan yang terjadi seperti yang diberitakan pada waktu lalu,” ungkapnya.(Jim)

You must be logged in to post a comment Login