Diknas Sulut Gelar FGD Membedah Mutu Pendidikan di Sulawesi Utara

Filed under: Berita Utama,General News,Pemerintahan,Pendidikan |

IMG_20190521_151316Swaramanadonews.com, Manado- Berempat di Ruang SDM Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara digelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat Bedah Mutu Pendidikan bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Praovinsi Sulawesi Utara Edison Humiang, Selasa (21/05/2019).

Gubernur Dondokambey dalam sambutannya yang dibacakan Humiang menyampaikan penyelenggaraan pendidikan oleh Pemerintah (Negeri) dan Swasta/Yayasan pendidikan menurut UU no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional diartikan sebagai usaha standar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat bangsa dan negara.

“Pada prakteknya baik pendidikan yang dikelola pemerintah maupun swasta mempunyai andil yang besar dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai contoh: besarnya jumlah siswa yang tidak mampu ditampung secara menyeluruh oleh sekolah yang dikelola pemerintah, sangat terbantu dengan kehadiran sekolah swasta.
Namun masih terjadi permasalahan mendasar di lapangan seperti ketidak keseragaman penyelenggaraan pendidikan meskipun melaksanakan satu kurikulum yang sama, Hal ini berkolerasi dan berpotensi langsung pada tidak meratanya kwalitas penyelenggaraan pendidikan” ujar Humiang.

Humiang juga menuturkan banyak masyarakat berlomba-lomba membuat lembaga pendidikan untuk bersaing dalam proses pembangunan Indonesia tetapi kemunculan pendidikan Swasta ini tidak semata hanya mengharapkan subsidi dari pemerintah, karena banyak lembaga pendidikan swasta tidak tergantung bahkan tidak mau menerima bantuan pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dr. Liesje G.L Punuh M.Kes dalam sambutannya menyampaikan masyarakat Sulut dalam beberapa waktu terakhir ini dihebohkan dengan dengan Hasil UN yang didalamnya ada UNBK dan UNKP dimana tahun 2015 untuk UN kita masih menggunakan Ujian Kertas Pensil (UNKP) dengan berbagai permasalahannya seperti kebocoran soal, penjagaan dokumen UN serta pendistribusian soal UN ke 418 sekolah dan Hasil UN untuk SMA IPA nilai rata-rata 56,8 SMA IPS nilai rata-rata 48,9 untuk SMK nilai rata-rata 54,2 sedangkan untuk Index integritas UN atau kejujuran siswa untuk SMA IPA nilai rata-rata 62,6 SMA IPS nilai rata-rata 64,0 dan untuk SMK nilai rata-rata 68,6

“Kita fokus pada indeks Integritas UN artinya nilai kejujuran dari siswa mengerjakan soal UN pada tahun 2015 kita 100 persen masih menggunakan UNKP Nilai untuk indeks Integritas UN di Sulut berada di nilai rata-rata 62,6 dan tahun 2018 kita sudah menggunakan UNBK 94 persen dengan minimal permasalahan untuk indeks Integritas UN nilai rata-rata kita mencapai untuk SMA IPA 98,1 persen, SMA IPS 98,3 persen dan SMK 98,6 persen dan di tahun 2019 kita sudah UNBK 100 persen kita berharap nilai Integritas kita bisa mencapai 100 persen” ujar Punuh.

Punuh juga menyampaikan terimakasih atas perhatian Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw yang memberikan perhatian khusus untuk dunia pendidikan di Sulawesi Utara.
“Untuk SMA yang masih menggunakan UNKP masih banyak didaerah lain seperti Papua, Papua Barat, Kepulauan Riau, Riau NTT, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Sulawesi Tenggara” Jelas Punuh.

Sampai berita ini diturunkan para pemerhati pendidikan di Sulawesi Utara secara bersama sama nampak melakukan dialog bertukar pikiran dan memberikan masukan untuk tercapainya pendidikan di Sulawesi Utara yang akan lebih Hebat.

(ELVIS)

You must be logged in to post a comment Login