Mengaku Gila, pria bertato asal Wanea ternyata penculik anak di bawah Umur

Filed under: Berita Utama,Bolmong Raya,General News |

20190613_153401Swaramanadonews.com: Bolmut-Kepolisian Sektor (Polsek) Urban Kaidipang mengamankan Seorang pria inisial FP (31) warga Wanea Manado diduga pelaku pencurian dua orang anak diDesa Soligir Kec. Kaidipang, Kab. Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Kamis (13/19).

Seorang Pria bertato  FP  yang mengaku gila, di tangkap warga saat sedang membekuk dua orang anak.

FP diamankan warga Desa Soligir sekira jam 07.00 di Perkebunan Desa Soligir.

Warga berusaha mencari dan mengejar pelaku setelah sebelumnya kemarin (12/06/2019) sekira jam 16.00 mengikat dua orang anak bernama Riski dan Rafan, masing-masing usia 13 Tahun di jalan perkebunan Soligir.
Seperti dituturkan oleh Yakob, ayah dari salah satu anak yang diikat pelaku.

“Saya pe anak kemarin jam 4 sore waktu pulang dari kebun bersama 1 orang temannya ketemu dengan ini pelaku, oleh pelaku, anak saya diikat bersama dengan temannya, beruntung ada warga lain yang datang, pelaku melepaskan ikatan anak saya dan melarikan diri”, tuturnya.

Menurutnya bahwa sejak kejadian kemarin sore, warga mulai siaga dan berusaha melakukan pengejaran terhadap pelaku pengikatan terhadap anak itu. Warga berhasil meringkus dan membawa ke Polsek Bolangitang untuk diamankan sementara.

Selanjutnya Polsek Bolangitang membawa pelaku ke Polsek Kaidipang untuk diamankan.

Kapolsek Kaidipang, Kompol Made S, pada Wartawan, menjelaskan kronologis peristiwa ini.
“Yang bersangkutan sudah kita amankan, warga menemukan pelaku tadi jam 07.00 pagi, warga menyerahkan ke Polsek Bolangitang dan Polsek Bolangitang menyerahkan ke Polsek Kaidipang sehingga pelaku kita amankan di Polsek Kaidipang ini, sudah kita tahan sementara, atas nama Fernando Pangkey warga Wanea Manado, umur 31 tahun, pekerjaan kebersihan di Terminal Karombasan, Manado, Pelaku kami amankan berdasarkan informasi dari warga bahwa kemarin pukul 16 sore pelaku mengikat dua orang anak warga Desa Soligir di Perkebunan Soligir, pelaku melarikan diri setelah ada warga yang datang ke tempat kejadian”, ucap Kapolsek.

“Pelaku saat ini mengaku gila untuk  mengelabui perilakunya, namun kami masi berusaha untuk menunggu bukti yang otentik dari pihak RS tentang pelaku, saat ini baru informasi dari keluarga bahwa pelaku memang gila,” Katanya.

Menurut Kapolsek bahwa pihaknya sudah menghubungi lewat telpon ke pihak keluarga.

“Keluarga menginformasikan bahwa yang bersangkutan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa, sehingga saat ini kami masih menunggu keluarga dari Manado yang membawa bukti medis yang bersangkutan dan kami juga berkordinasi dengan dinas sosial untuk dicocokkan dengan keterangan keluarga, kita harus mencari kepastian hukumnya”, terangnya

(Nani)

 

Shortlink:

Posted by on 13/06/2019. Filed under Berita Utama, Bolmong Raya, General News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login