Tinggal Bapate Cingkeh, Rumah Di Tombatu Ratah Tanah Dilalap Jago Merah

Filed under: Berita Utama,Mitra |

 

IMG-20190713-WA0008FB_IMG_1562976684328

Rumah Milik Dari Tipal Koilam Pada Saat Dilahap Api. Usai kejadian, Rumah Ratah Tanah. Untung Tidak Memakan Korban Jiwa. (Foto Ist)

TOMBATU – Insiden kebakaran kembali terjadi di Jaga Tujuh, Desa Tombatu Satu, Kecamtan Tombatu. Kejadian kali ini akibat lilin imbas dari pemadaman lampu. Alhasil, rumah milik keluarga Tipal-Koilam yang terbuat dari kayu berukuran 5×4 rata tanah setelah dilalap si jago merah.

Insident pilu tersebut terjadi pada Jumat (12/7/2019) menjelang pergantian hari. Sekira pukul 00:00, dini hari. Teru Trivandy Tipal (12) tak lain putra dari Boyke Tipal, saat itu akan istirahat malam. Kebetulan, di wilayah Minahasa Tenggara termasuk Kecamatan Tombatu, saat itu terjadi pemadaman listrik. Bermaksud tidur malam, Trivandi memasang sebuah lilin sebagai penerang. Sementara remaja yang baru bangku SMP itu hanya sendiri ditinggal orang tuanya mencari nafkah memetik cengkih di Desa Kanean. Merasa ingin terang, lilin tersebut kemudian diletak-kan di dalam botol berjenis M-150 dan ditaruh dilantai kamar tidur. Singkat cerita, saat sedang tidur pulas, Trivandi merasakan panas dibagian kakinya. Ia kemudian terbangun dan melihat pintu kamar sudah dilahap api. Melihat api sudah membesar, Ia bersusaha keluar dan minta pertolangan warga.

Kebakaran itu dibenarkan Sem Karawisan (52) warga setempat. Ia mengaku melihat kobaran api dari rumah Tipal-Koilam sudah membumbung keatas atap rumah. Untung dia melihat Trivandy sudah berada diluar tepat dijalan raya, berteriak sedang meminta pertolongan. Hanya saja menurut Sem, warga yang datang tak banyak. “Rumah yang terbakar berjauhan dari rumah warga lainnya. Sehingga warga hanya sedikit yang datang untuk memadamkan api,” ucap Sem, sembari menuturkan sempat mendengar ledakan ketika rumah terbakar. Kuat dugaan ledakan berasal dari tabung Lpj 3 Kg yang terpasang didapur.

Kapolsek Tombatu Ipda Nikky Polandos membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun keluarga mengalami kerugian materil diperkirakan sebesar 10 juta rupiah. Menurut hasil anasilsa pihaknya, bahwa ledakan yang diceritakan saksi dipicu dari bahan bajar bensin. Karena keluarga tersebut menjual bensin eceran.

“Dari hasil olah TKP kebakaran itu disebabkan kelalaian dari pemilik rumah yang lupa mematikan lampu botol,” terang Pondalos.

Ditambahkan Pondalos, langkah yang dilakukan pihaknya yakni mendatangi tempat kejadian. Menghubungi pemerintah setempat, kemudian mencari saksi untuk diambil keterangan dan mendokumentasikan.

“Tentunya dalam hal ini kami bekerja sama dengan pemerintah setempat baik camat dan hukum tua. Serta membuat himbauan bagi masyarakat agar kejadian serupa tak terulang,” imbuhnya.

Diketahui, di Kecamatan Tombatu, selang dua hari ini, sekira dua rumah penduduk yang terbakar. Syukur dalam peristiwa itu tidak sampai memakan korban jiwa. Hal ini juga menjadi perhatian bagi masyarakat Minahasa Tenggara pada umumnya. (noldy)

Shortlink:

Posted by on 13/07/2019. Filed under Berita Utama, Mitra. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login