PT TMC Berhenti Beroperasi, Ratusan Karyawan di Rumahkan

Filed under: Minsel |

IMG-20190718-WA0006Setelah adanya penerbitan surat paksaan pemerintah yang di tujukan untuk PT TMC dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Selatan tentang pemberhentian sementara pembuangan limbah,PT TMC mengambil langkah dengan perbaikan manajemen limbah berdasarkan surat tersebut Dan dampak dari surat tersebut PT TMC untuk sementara tidak beroperasi

Tidak beroperasinya PT TMC ternyata berdampak luas bagi kebidupan warga sekitar desa teep yang mayoritas bekerja di perusahaan tersebut karena dengan tidak beraktifitasnya perusahaan tersebut secara otomatis para karyawan yang berkisar hampir 600 orang tersebut terpaksa dirumahkan

Beberapa karyawan TMC yang berdomisili di desa teep ketika di wawancarai mengatakan jika efek tidak beroperasinya perusahaan sangat berpengaruh untuk kehidupan ekonomi keluarga mereka yang bergantung padahal hasil upah dari bekerja di PT TMC.

“Bagimana kasiang torang pe hidop kalo so bagini,mo cari kerja saja susah, Siapa yang mo tanggung jawab torang pe nasib belum lagi anak anak mau sekolah biaya lainnya yang terus menumpuk, Perusahaan ini sudah membantu kami puluhan tahun disini kenapa baru sekarang jadi begini?  Apa tidak ada solusi lain? “ungkap salah satu karyawan yang sudah bekerja cukup lama di PT TMC.

Sementara karyawan yang lain menambahkan”Apa tidak ada solusi dari pemerintah?  Apa cuma perusahaan kamj yang mengalami masalah serupa? “ujar beberapa warga yang tak ingin namanya disebutkan.

Kadis DLH Minahasa Selatan Roy Sumangkut ST MT ketika di konfirmasi mengatakan “surat tersebut adalah bersifat sementara dalam rangka perusahaan mengupayakan perbaikan seperti yang diminta dan tetap dalam pembinaan kami dan pemberhentian tersebut tidak berarti ditutup jika sudah ada perbaikan dari perusahaan terkait penanganan limbah makanya dapat beroperasinya kembali “ujar sumangkut diruang kerjanya.(Angky)

Shortlink:

Posted by on 18/07/2019. Filed under Minsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login