Polres Minahasa Gelar Rekontruksi Kasus 338 Di Wewelen

Filed under: Berita Utama |

Tondano:Swaramanadonews.com:Polres Minahasa menggelar Rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Yopi Angkow (56) warga Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat yang dilakukan oleh FS alias Nando (23).

Rekontruksi Kasus pembunuhan dilakukan tersangka FS alias Nando (23) yang merupakan keponakan dari korban Yopi Angkow (56) digelar unit 1 Jatanras Sat Reskrim di Mapolres Minahasa pada, Senin (12/8/2019).

Adapun kasus pembunuhan ini duga dilakukan tersangka Nando terhadap korban karena dipicu adanya dendam lama padahal keduanya diketahui tinggal serumah di Kelurahan Wewelen.

” Dalam rekonstruksi ini, ada 41 adegan,” terang Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu.

Lanjutnya, dalam rekonstruksi oleh unit 1 Jatanras Sat Reskrim, terungkap korban pertama ditikam pada adegan ke 26 dan pada adegan ke 39 pelaku terakhir menikam dan menghentikan aksinya setelah melihat korban terkapar.

” Ada 18 tikaman dengan luka tusukan sebanyak 22, peragaan dilakukan langsung pelaku sedangkan korban diperagakan orang lain,” jelasnya.

Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu menuturkan, kronologi kejadian berdarah itu pada hari Kamis (20/6/2019) malam lalu sekitar pukul 19.00 Wita di Kelurahan Wewelen.

” Sebelum kejadian, tersangka mendapat info dari warga kalau korban sering menceritakan soal dirinya. Hal itu diketahui tersangka Stiv, ketika keduanya dalam perjalanan pulang dari kebun,” ujar Pelengkahu.

Lanjutnya, puncaknya adalah ketika tersangka sedang berada di rumah duka yang tak jauh dari rumah mereka.

” Saat akan ke warung, tersangka melihat korban sedang berada di rumah duka. Selanjutnya tersangka meminta kepada lelaki Stiv untuk mengatakan kepada korban apa yang menjadi pembicaraan keduanya saat dalam perjalanan pulang dari kebun, sementara tersangka kembali ke rumah duka dan mengambil sebilah pisau badik serta menyelipkan dibagian pinggang kirinya,” paparnya.

Melihat Stiv berjalan mendekati korban, lanjut pelengkahu, tersangka pun berdiri dibelakang pamannya itu dengan jarak sekitar 3 meter. Kemudian Stiv mengajak korban bercerita di dalam rumah duka.

Selanjutnya, korban memanggil tersangka ke dalam rumah dan menanyakan apa yang disampaikan oleh Stiv kepadanya. Namunbsaat korban berdiri dari kursi yang didudukinya, tersangka langsung mencabut badiknya dan menikam ke arah bawah ketiak kiri sebanyak 2 tusukan. Korban pun langsung berbalik dan menghadap tersangka dengan mundur kebelakang sambil mencoba menangkis tikaman tersangka yang membabi buta.

Lebihlanjut Pelengkahu menuturkan, tikaman selanjutnya pun mengenai bagian pergelangan tangan kanan, lengan kanan menembus bagian perut kanan dan juga ke arah perut kanan.

Aksi ini tidak berhenti sampai situ, tikaman selanjutnya mengenai di bagian lengan atas tangan kiri korban sebanyak 3 kali, bagian rusuk kiri 7 tikaman. tak puas sampai disitu, tersangka terus mengejar korban dan kembali menikam hingga mengenai bagian belakang.

Ketika korban akan jatuh, tersangka langsung menyambutnya dengan badiknya hingga mengenai bagian bawah mata kanan, Bahkan ketika korban berlari masuk ke dalam rumah, tersangka kembali menikamnya dan mengenai bagian belakang sebayak 4  kali.

Aksi penikaman itu tak langsung berhenti, karena saat didalam rumah dengan posisi saling berhadapan, tersangka kembali menikam hingga mengenai bagian dada kiri korban sebanyak 1 kali hingga korban akhirnya jatuh.

” Melihat korban jatuh dan meninggal dunia, tersangka langsung menghentikan aksinya dan langsung ke Mapolres Minahasa untuk menyerahkan diri bersama barang bukti,” pungkas Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu.(Jim)

Shortlink:

Posted by on 12/08/2019. Filed under Berita Utama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login