Tingkatan Produksi Pangan dan Percepatan Kegiatan PSP TA 2019 Dinas Pertanian & Peternakan Gelar Rakorev

Filed under: Berita Utama,General News,Pemerintahan |

20190813_091231Swaramanadonews.com, Manado- Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulut menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pelaksanaan UPSUS Peningkatan Produksi Pangan dan Percepatan Kegiatan PSP TA 2019, tepatnya di salah satu Hotel di Manado, Selasa (13/8/2019). Rakorev tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulut, Novly Wowiling.

Dalam sambutanya, Novly Wowiling mengatakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pelaksanaan UPSUS Peningkatan Produksi Pangan dan Percepatan Kegiatan PSP TA 2019, sangat penting dilaksanakan apalagi program kegiatan dari pemerintah pusat melalui Kementan RI, melibatkan TNI dalam peningkatan produksi pangan yakni padi, jagung dan kedele (Pajale).

“Rakorev ini sangat penting dilaksanakan karena kegiatan program, baik program pusat maupun daerah melibatkan aparat TNI. Jadi sinergitas itu penting dalam meningkatkan produksi komoditas pangan pajale,” kata Novly Wowiling saat bawakan sambutan.

Lanjut Wowiling, rakorev ini juga akan membicarakan persoalan-persoalan yang dihadapi sekarang dengan iklim ekstrim yakni musim kemarau.

“Tapi di Sulut sendiri dari evaluasi kami sudah berlangsung efektif kurang lebih satu bulan lebih musim kemarau melanda daerah ini. Dari sisi dampak satu bulan ini sudah sangat terasa namun jika dibandingkan dengan provinsi yang lain tentu dampaknya lebih¬† luar biasa lagi dirasakan oleh masyarakat petani yang tersebar di seluruh indonesia ini,” ungkapnya.

Wowiling menyebutkan, tahun 2019 alokasi cetak sawah di provinsi Sulut belum tersedia.

“Namun pada tahun 2020 nanti dalam perkembangan dan diskusi pembahasan di Kementan RI. Sulut sendiri akan mendapatkan alokasi program cetak sawah pada tahun 2020. Namun demikian program pendampingan ini tetap berjalan hingga 2019 ini,” tuturnya.

Dikatakannya, rakorev ini sangat strategis karena dari sisi implementasi program upsus  dikomoditas pajale ini.

“Harus jujur kami katakan, bahwa kami sangat butuh pendampingan. Apalagi di seluruh wilayah di Sulut mulai terasa dampak kekeringan itulah yang dirasakan baik di lahan basah maupun di lahan kering. Sehingga rakorev ini menjadi strategis digelar dan kemudian kita mendapatkan jalan keluar yang selanjutnya akan tersusun secara kongkrit menghadapi persoalan-persoalan terutama pada musim kering ini minimal pendampingan dari pihak TNI sedikit banyak tentu akan berkontribusi didalam memberi semangat kerja secara berjenjang baik di provinsi terutama bapak bapak kepala dinas di 15 kab/kota,” tandasnya.

Turut hadir, Perwakilan Kodam XIII/Merdeka, Perwakilan Korem 131 Santiago dan para Perwakilan Kodim di 15 kab/kota, Perwakilan Dinas Pertanian kab/kota se Sulut.

(ELVIS)

Shortlink:

Posted by on 13/08/2019. Filed under Berita Utama, General News, Pemerintahan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login