Lahan IKK SPAM Desa Kanonang Naik Meja Pengadilan,Kinerja Oknum Pada Dirjen Cipta Karya Sulut Dipertanyakan

Filed under: Berita Heboh,Berita Utama,Minahasa,Minsel |
Ilustrasi

Ilustrasi

Swaramanadonews.com,-Inilah akibatnya jika tanah untuk dibuatkan bangunan pemerintah yang notabenenya untuk kepentingan rakyat, tidak memiliki pernyataan tertulis dari pemilik lahan.

Tanah yang berlokasi di Wilayah Kepolisian Kanonang 4 yang diketahui milik dari saudara Abdi Kasenda, tahun 2017 dijadikan tempat berdirinya bangunan permanen milik Kementerian PUPR bidang Cipta Karya,IKK SPAM. dengan Anggaran yang diperkirakan mencapai angka 7 Milyar

Namun hingga kini SPAM tersebut tidak dapat difungsikan dan sebagian alat dari besi sudah mulai karatan karena tidak ada pemeliharaan yang dilakukan.

Dari hasil penelusuran wahyuni,aktivis anti korupsi alasan mengapa IKK SPAM tersebut belum berfungsi, menurut sumber bahwa lahannya masih bermasalah namun telah diserahterimakan ke PDAM

Hal itupun dibenarkan oleh Hukum Tua Kanonang empat bahwa lahan tersebut berada pada wilayahnya dan pada tahun 2018 Hukum Tua desa Kanonang dua sebagai pemilik lahan.Pada tahun 2019,kepemilikan atas tanah diduga berganti kepada HM,sedangkan diatas tanah tersebut telah berdiri bangunan IKK SPAM,sehingga patut diduga tanah tersebut tidak dihibahkan sesuai aturan sehingga telah dua kali berpindah kepemilikan

Informasi ini juga diperkuat lewat pengakuan saudara Jansen perwakilan Cipta Karya dan Hj. Abubakar Idrus mantan pegawai Cipta Karya Provinsi Sulut,jelas Yuni sapaan akrabnya

Di tambahkannya,lahan milik Saudara Abdi Kasenda yang olehnya secara sadar mengetahui bahwa diatas tanah tersebut ada bangunan permanen yang didirikan menggunakan uang negara, namun diduga sengaja dijual kepada Hukum Tua Kanonang 2 tahun 2018

Persoalan ini kini telah bergulir dan tercatat di Pengadilan Tondano(PN) dengan nomor Gugatan Biasa,Perkara no 55/pdt.g/2019/Pn Tdo dwngan penggugat Hendrik Mamuaya masih pada tahapan tanya jawab,jelasnya

Hal yang sama terjadi pada IKK SPAM Tompaso baru,sesuai dengan investigasi yang dilakukan oleh Wahyuni srikandi aktivis anti korupsi ditemukan, ternyata lahan yang sudah berdiri bangunan pemerintah berupa proyek IKK SPAM dengan anggaran miliaran rupiah bukan lahan yang dihibahkan melainkan lahan tersebut masih milik pribadi

Sesuai dengan aturan untuk pembangunan IKK SPAM harus memiliki lahan yang telah dihibahkan khusus untuk pembangunannya,tanpa surat hibah tersebut maka pembangunan tidak boleh dilakukan dan dipindah ke lokasi yang lain,sepertinya pada pelaksanaan kedua proyek tersebut diduga menabrak aturan dan sengaja dilakukan untuk maksud yang tidak baik.

Shortlink:

Posted by on 22/09/2019. Filed under Berita Heboh, Berita Utama, Minahasa, Minsel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login