Hukum Tua Kembes Satu Bantah Kalau Dirinya Selewengkan Dana Desa

Filed under: Berita Heboh,Berita Utama,Minahasa |

IMG20191005174407Minahasa:Swaramanadonews.com – Adanya terkait laporan ke Kejari Minahasa tentang penyalahgunaan anggaran DD dan ADD dari Oknum-Oknum yang mengatas namakan masyarakat desa Kembes 1 apa yang mereka laporkan terlalu Tendensius dan di bantah langsung , Hal ini dikatakan Hukum Tua Desa Kembes 1 Audy Kindangen, Sabtu (5/10/2019).

Audy menuturkan, ada banyak yang mereka laporkan, salah-satu yang mereka laporkan adalah kegiatan tim penggerak PKK, dan yang mereka laporkan tidak beralasan karena kegiatan dari tim penggerak Pkk untuk tahun 2019 ini masih dalam perjalanan/rencana.

Memang, lanjut dia, dana sudah keluar dari tahap pertama tapi untuk pelaksanaannya belum ditentukan kapan.

” Pekerjaan tahun 2019 yang belum dilaksanakan telah dilaporkan bermasalah, Bagi saya sebagai kuasa pengguna anggaran semua proyek yang didanai lewat Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 telah diperiksa oleh dinas terkait yakni Dinas PMD dan Inspektorat dan desa Kembes 1 tidak ada masalah dan dari tahun ke tahun tetap berjalan dengan baik,” terang Audy.

Dirinyapun menegaskan siap memberi keterangan sesuai dengan data-data yang dimiliki jika dirinya mendapat panggilan dari pihak Kejaksaan.

” Saya siap memberikan keterangan dengan data yang ada untuk membuktikan bahwa yang mereka laporkan itu tidak benar,” ungkapnya.

 

Di ketahui Klarifikasi yang di layangkan Hukum tua Audy Kindangen ini kepada sejumlah media berawal ada oknum yang melaporkan membawa atas nama masyarakat kembes satu ini berawal ketika mereka melaporkan adanya penyimpangan dana desa dari tahun 2017 sampai 2019 di Kantor kejaksaan pekan lalu.Apabila tidak terbukti saya Akan melaporkan kembali dengan laporan Pencemaran nama baik.

IMG20191005173939
Sementara salah satu warga kembes satu yang juga  Kepala Jaga 1 Novi PontoRoring mengungkapkan bahwa oknum pelapor ini mencoba mengajak masyarakat jaga 1 untuk bertanda tangan sebagai bentuk dukungan dengan menawarkan uang imbalan sebesar Rp. 100 ribu.

” Warga jaga 1 yang melapor kepada saya, warga mengatakan, ” mereka datang dan menawarkan uang Rp.100 ribu jika bersedia bertanda-tangan “, ungkapnya.

Namun, lanjut dia, warga tidak mau. Karena mereka percaya apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan pemerintah desa Kembes dalam hal ini Hukum Tua sudah sesuai dengan RAP.

” Jadi kalau ada timbul cerita-cerita yang 5 Orang lakukan mengatas namakan masyarakat kembes 1 itu tidak benar, itu cuma mereka 5, ” tegasnya.Tutup Novi.(Waseng

Shortlink:

Posted by on 06/10/2019. Filed under Berita Heboh, Berita Utama, Minahasa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login