Bupati Kecam Penusukan Terhadap Mentri Polhukam Wiranto

Filed under: Berita Utama,Minahasa |

IMG-20191011-WA0029Minahasa:Swaramanadonews.com:Kasus Penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto oleh orang tak dikenal, Kamis (10/10) dikutuk Pemerintah Kabupaten Minahasa.

“Secara bribadi dan atas nama pemerintah Kabupaten Minahasa Mengutuk hal – hal yang demikian, apalagi merengut nyawa seseorang,amat terlebih yang diancam adalah seorang Menteri Polhukam.ini tentu tidak kita harapkan baik kepada seorang rakyat biasa,apalagi seorang MenkoPolhukam,” Cetus Bupati Ir.Royke Oktavian Roring M.Si ( ROR ) di selah perayaan Hari Ulang Tahun ke -60.di Rumah Dinas ( Rudis) Sasaran Tondano Kamis (10/10)

Peristiwa penusukan terjadi di Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10) siang menurut kronologis yang dipaparkan Kabid Humas Polda Banten Edy Sumardi dilakukan pelaku, SA dan FA, yang sebelum kejadian terjadi keduanya mendapat teguran dari Kapolsek Menes Kompol Daryanto.

Merespons teguran itu, kedua pelaku lantas ke luar dari area steril dan membaur dengan masyarakat luas yang ingin bertemu dengan Wiranto. Memanfaatkan situasi itu, SA dan FA melancarkan aksinya.

“Sempat dilakukan penghadangan, si perempuan berusaha untuk menyerang, berpura-pura salaman tetapi menyerang Bapak Kapolsek Menes [Daryanto]. Si laki-lakinya berusaha untuk berpura-pura salaman tetapi menyerang, mengeluarkan senjata tajamnya ya berupa belati dan dibalik punggung bajunya untuk menyerang Pak Wiranto,” tutur Edy dikutip dalam media CNN Nasional.

Edypun menambahkan jajaran kepolisian dan pihak keamanan lain telah menerapkan tugas sebagaimana SOP yang berlaku.

“Tugas-tugas kepolisian pertama adalah melakukan fungsi mengedukasi. Ini loh areal yang boleh didatangi, ini loh areal yang tidak. Nah, fungsi ini kan sudah dilakukan oleh Kapolsek, Babin Kamtibmas, buktinya yang bersangkutan ke luar dari areal yang steril,” kata dia.

Dia menambahkan lokasi penusukan Wiranto dan Kapolsek Menes Kompol Daryanto berada di luar area steril. Di mana, katanya, saat itu Wiranto ingin menyambangi masyarakat yang telah menunggunya.

“Beliau yang menginginkan untuk menyambangi masyarakat, menyapa warganya. Sehingga, ini kan hal yang normal dia sebagai seorang menteri, dengan karakter beliau yang humanis kan tentu kebiasaan beliau kan untuk melakukan komunikasi yang baik kepada masyarakat,” ujarnya lagi.

Peristiwa itu juga turut memakan korban lainnya. Mereka ialah Tokoh Ulama Pandeglang H. Fuad dan ajudan Danrem.

“Korban ada 4 orang. Satu, Bapak Wiranto. Kedua, Kapolsek Menes Kompol Daryanto. Terus tokoh ulama yang di Pandeglang ini dan salah satunya adalah ajudan bapak Danrem,” pungkasnya. (waseng)

Shortlink:

Posted by on 10/10/2019. Filed under Berita Utama, Minahasa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login